Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Jhonny Thio Doran Masuk 40 Under 40 Fortune Indonesia

Despian Nurhidayat
12/2/2026 21:54
Jhonny Thio Doran Masuk 40 Under 40 Fortune Indonesia
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Penghargaan Fortune Indonesia 40 Under 40 yang diraih Jhonny Thio Doran (39) mencerminkan lebih dari sekadar pencapaian personal. Pengakuan tersebut menegaskan kemampuan kepemimpinannya dalam membangun dan mengembangkan brand teknologi lokal melalui strategi jangka panjang, pengambilan risiko terukur, serta keberanian berekspansi di tengah tekanan ekonomi.
 
Sebagai Chief Executive Officer (CEO) JETE dan Doran Group, Jhonny dinilai berhasil membawa perusahaan rintisan berbasis aksesoris gadget berkembang menjadi pemain nasional di sektor aksesoris teknologi, smart home solution, dan wearable device, dengan pondasi bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan.

Perjalanan bisnis Jhonny dimulai pada 2008 dari dengan modal sangat terbatas. Ia memulai usaha dengan menjual jam tangan dan aksesoris ponsel secara konvensional, mendatangi toko-toko satu per satu. Aktivitas bisnis tersebut dijalankan dari kamar kost sederhana yang sekaligus difungsikan sebagai tempat tinggal dan penyimpanan barang.
 
Kondisi tersebut membentuk karakter bisnis yang kuat dengan berfokus pada efisiensi, disiplin, dan pemahaman pasar secara langsung. Sejak awal, Jhonny meyakini bahwa membangun usaha tidak semata mengejar pertumbuhan cepat, tetapi menyiapkan pondasi yang kuat agar bisnis mampu bertahan dalam jangka panjang.

Saat awal menjalankan bisnisnya, Jhonny merasa penjualan secara offline dirasa belum optimal. Ia pun mulai adaptif dengan perkembangan pasar dengan memanfaatkan platform digital seperti Kaskus, yang pada saat itu masih menjadi alternatif utama penjualan online. Langkah ini juga memperluas jangkauan pasar sekaligus mempercepat perputaran modal.

Memasuki 2009, ia memperluas fokus bisnis pada aksesoris gadget seperti powerbank serta menjalin kerja sama dengan berbagai brand teknologi untuk memperkuat jaringan distribusi. Pada tahapan inilah muncul kesadaran strategis untuk membangun merek sendiri untuk inovasi pada kualitas produk, arah bisnis, dan dampak yang lebih luas.

Tahun 2014 menjadi momentum penting dengan berdirinya JETE. Brand ini dibangun dengan visi menghadirkan produk teknologi yang fungsional, berkualitas, dan tetap terjangkau bagi pasar lokal. Namun, Jhonny menegaskan bahwa strategi JETE tidak berhenti pada pengembangan produk saja.

“Saya berpandangan membangun brand teknologi bukan hanya soal produk saja. Lebih dari itu, juga tentang membangun sebuah ekosistem bisnis yang berkelanjutan, terukur, dan memberikan dampak nyata terhadap masyarakat dan ekonomi lokal,” ujarnya.

Pendekatan inilah yang di kemudian hari dikenal dengan konsep affordable innovation, yaitu menghadirkan kualitas berstandar global yang relevan dengan kebutuhan dan daya beli konsumen Indonesia.

Keputusan strategis Jhonny diuji pada 2019, ketika pandemi dan ketidakpastian ekonomi mendorong banyak pelaku usaha menahan ekspansi. Di tengah situasi tersebut, JETE justru membuka official store fisik pertamanya di WTC Surabaya pada 31 Agustus 2019.
 
Langkah ini menandai optimisme dan keyakinan perusahaan terhadap potensi pasar domestik. Pada tahun yang sama, Jhonny juga memperkuat struktur bisnis melalui Doran Group, yang menaungi berbagai unit usaha di bidang ritel, IoT, dan pengadaan produk.

Hingga akhir 2025, tercatat JETE telah mengoperasikan lebih dari 150 gerai ritel di berbagai kota besar di Indonesia. Perusahaan menargetkan ekspansi hingga lebih dari 200 gerai pada 2026, dengan fokus kota tier-2 dan lokasi potensial dan strategis seperti bandara dan rumah sakit.
 
“Ritel fisik tetap memiliki peran penting sebagai pusat pengalaman brand dan layanan purna jual,” kata Jhonny.

Selain pasar domestik, JETE juga mulai menyiapkan ekspansi global melalui pembentukan entitas di Shenzhen, Tiongkok, sebagai bagian dari penguatan rantai pasok dan pengembangan teknologi.

Saat ini, Jhonny memimpin lebih dari 1.000 karyawan dengan tujuh kantor cabang di Indonesia. Masuknya ia dalam daftar Fortune Indonesia 40 Under 40 dipandang sebagai pengakuan atas kepemimpinan yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang.
 
“Ini bukan tentang saya. Tapi ini tentang tim, tentang ribuan orang yang bekerja bersama membangun sebuah mimpi besar. Bagi saya dan JETE khususnya, yang paling penting adalah menciptakan value jangka panjang. Bukan hanya membangun brand, tetapi membangun trust, memberikan manfaat bagi masyarakat tanah air dengan apa yang kita bisa lakukan,” tutupnya.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya