Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Valuasi Merek masih Jadi Kunci Nilai Perusahaan

Naufal Zuhdi
09/2/2026 11:14
Valuasi Merek masih Jadi Kunci Nilai Perusahaan
CEO Frontier dan Founder Top Brand Award, Handi Irawan D(Frontier)

Nilai sebuah perusahaan saat ini tidak lagi ditentukan terutama oleh aset fisik, melainkan oleh kekuatan aset tak berwujud, khususnya merek. Demikian disampaikan CEO Frontier sekaligus Founder Top Brand Award, Handi Irawan D, saat membuka ajang Top Brand Award 2026 yang diselenggarakan oleh Frontier bersama Majalah Marketing di Intercontinental Bali Resort, Jimbaran, Bali.

Handi menjelaskan bahwa data pasar modal menunjukkan nilai pasar banyak perusahaan jauh melampaui nilai buku yang tercatat. Fenomena ini mengindikasikan bahwa sebagian besar nilai perusahaan berasal dari intangible asset, dengan ekuitas merek menjadi komponen dominan yang membedakan kekuatan perusahaan di mata investor dan pasar.

Menurutnya, pemahaman terhadap valuasi merek memberikan fondasi penting bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan strategis. Nilai merek dapat menjadi acuan dalam menentukan harga yang wajar pada proses merger dan akuisisi, memperkuat posisi dalam negosiasi lisensi atau joint venture, serta membantu manajemen menyusun strategi pengembangan merek secara lebih terukur dan berkelanjutan.

“Dengan valuasi merek, tim pemasaran dan keuangan memiliki bahasa yang sama untuk melihat merek sebagai aset finansial. Merek yang kuat mampu menjaga stabilitas permintaan dan menjamin arus kas perusahaan di masa depan,” ujar Handi.

Dalam paparannya, Handi juga mengulas lima metode utama yang digunakan untuk menghitung nilai merek. Metode tersebut meliputi Replacement Cost Method, yakni estimasi biaya membangun kembali merek dari nol; Market-Based Approach, dengan membandingkan nilai transaksi merek sejenis di pasar; serta Price Premium Method, yang menilai merek berdasarkan selisih harga yang bersedia dibayar konsumen dibandingkan produk tanpa merek.

Selain itu, terdapat Income Split Method, yang menghitung porsi laba operasional yang secara khusus diatribusikan pada kekuatan merek, serta Royalty Relief Method, yaitu estimasi biaya lisensi yang dapat dihemat perusahaan karena memiliki merek sendiri.

Handi menegaskan, merek yang kuat tidak hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga sebagai aset finansial strategis yang menopang keberlanjutan bisnis. Karena itu, ia mendorong pelaku industri untuk mulai menempatkan pengembangan valuasi merek sebagai bagian dari strategi jangka panjang, bukan sekadar aktivitas pemasaran jangka pendek. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik