Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Rupiah Hari Ini 12 Februari 2026: Dibuka Kalah dari Dolar AS yang Perkasa

Andhika Prasetyo
12/2/2026 10:08
Rupiah Hari Ini 12 Februari 2026: Dibuka Kalah dari Dolar AS yang Perkasa
ilustrasi(Antara)

 

Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Kamis, 12 Februari 2026, dengan pelemahan tipis. Berdasarkan data pasar uang, kurs rupiah hari ini dibuka pada level Rp16.811 per dolar AS. Angka ini mengalami penurunan sebesar 25 poin atau 0,15% dari posisi penutupan hari sebelumnya di Rp16.786 per dolar AS.

Pelemahan rupiah hari ini sejalan dengan indeks dolar AS yang kembali menunjukkan keperkasaannya di pasar global, memberikan tekanan bagi mata uang di kawasan Asia, termasuk Indonesia.

Berikut daftar lengkap pergerakan rupiah di sesi pagi

Keterangan Nilai Kurs
Posisi Pembukaan Rp16.811
Penutupan Sebelumnya Rp16.786
Selisih Melemah 25 Poin (0,15%)

Faktor Utama Pelemahan Rupiah

Tekanan terhadap Mata Uang Rupiah hari ini didominasi oleh faktor eksternal, terutama dari perkembangan ekonomi di Amerika Serikat. Para pelaku pasar merespons rilis data klaim pengangguran AS yang lebih rendah dari perkiraan, menandakan bahwa ekonomi Negeri Paman Sam tersebut masih sangat tangguh menghadapi suku bunga tinggi.

Kondisi ini memicu spekulasi bahwa The Fed tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga acuan (Fed Funds Rate) dalam waktu dekat. Dampaknya, indeks dolar AS (DXY) mengalami penguatan dan menekan nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Waspada Volatilitas Pasar

Selain faktor tenaga kerja, kenaikan imbal hasil obligasi AS (US Treasury Yield) juga menjadi katalis negatif bagi pasar keuangan domestik. Kenaikan yield ini mendorong investor global untuk memindahkan aset mereka kembali ke dolar AS, yang menyebabkan tekanan jual di pasar obligasi dan saham dalam negeri.

Rupiah diprediksi akan bergerak di rentang Rp16.750 hingga Rp16.850 per dolar AS sepanjang hari ini. Investor disarankan untuk memantau rilis data ekonomi domestik serta langkah stabilisasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia di pasar valuta asing untuk meredam fluktuasi yang berlebihan.

Hingga pertengahan sesi pertama, pergerakan Mata Uang Rupiah masih tertahan di zona merah namun dengan volatilitas yang relatif terjaga. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis data cadangan devisa dan neraca perdagangan Indonesia yang diharapkan dapat memberikan sentimen positif tambahan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya