Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Kamis, 12 Februari 2026, dengan pelemahan tipis. Berdasarkan data pasar uang, kurs rupiah hari ini dibuka pada level Rp16.811 per dolar AS. Angka ini mengalami penurunan sebesar 25 poin atau 0,15% dari posisi penutupan hari sebelumnya di Rp16.786 per dolar AS.
Pelemahan rupiah hari ini sejalan dengan indeks dolar AS yang kembali menunjukkan keperkasaannya di pasar global, memberikan tekanan bagi mata uang di kawasan Asia, termasuk Indonesia.
| Keterangan | Nilai Kurs |
|---|---|
| Posisi Pembukaan | Rp16.811 |
| Penutupan Sebelumnya | Rp16.786 |
| Selisih | Melemah 25 Poin (0,15%) |
Tekanan terhadap Mata Uang Rupiah hari ini didominasi oleh faktor eksternal, terutama dari perkembangan ekonomi di Amerika Serikat. Para pelaku pasar merespons rilis data klaim pengangguran AS yang lebih rendah dari perkiraan, menandakan bahwa ekonomi Negeri Paman Sam tersebut masih sangat tangguh menghadapi suku bunga tinggi.
Kondisi ini memicu spekulasi bahwa The Fed tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga acuan (Fed Funds Rate) dalam waktu dekat. Dampaknya, indeks dolar AS (DXY) mengalami penguatan dan menekan nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Selain faktor tenaga kerja, kenaikan imbal hasil obligasi AS (US Treasury Yield) juga menjadi katalis negatif bagi pasar keuangan domestik. Kenaikan yield ini mendorong investor global untuk memindahkan aset mereka kembali ke dolar AS, yang menyebabkan tekanan jual di pasar obligasi dan saham dalam negeri.
Rupiah diprediksi akan bergerak di rentang Rp16.750 hingga Rp16.850 per dolar AS sepanjang hari ini. Investor disarankan untuk memantau rilis data ekonomi domestik serta langkah stabilisasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia di pasar valuta asing untuk meredam fluktuasi yang berlebihan.
Hingga pertengahan sesi pertama, pergerakan Mata Uang Rupiah masih tertahan di zona merah namun dengan volatilitas yang relatif terjaga. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis data cadangan devisa dan neraca perdagangan Indonesia yang diharapkan dapat memberikan sentimen positif tambahan. (E-3)
Nilai tukar rupiah ditutup stagnan Rp16.997 per dolar AS hari ini (17/3). Cek hasil RDG Bank Indonesia terkait BI-Rate dan dampak pernyataan dovish Gubernur BI.
Kurs rupiah ditutup melemah ke 16.997 per dolar AS pada Senin (16/3/2026). Simak analisis penyebab pelemahan terkait geopolitik dan inflasi AS di sini.
Nilai tukar rupiah melemah ke level 16.893 per dolar AS. Lonjakan harga minyak akibat blokade Selat Hormuz oleh Iran jadi pemicu utama. Simak analisisnya.
Kurs rupiah hari ini (10/3/2026) menguat ke 16.863 per dolar AS. Cek analisis dampak pernyataan Donald Trump soal konflik Iran terhadap nilai tukar.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa di Jakarta bergerak menguat 63 poin atau 0,37% menjadi Rp16.886 per dolar AS.
Ekonomi Indonesia waspada! Rupiah berisiko tembus 17.000 per dolar AS akibat konflik Iran-Israel dan harga minyak dunia yang melonjak. Simak analisis ekonom.
Nilai tukar mata uang Rupiah hari ini 20 Maret 2026 bergerak di zona merah, mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS akibat tekanan global.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini 19 Maret 2026 bergerak fluktuatif di level Rp16.900-an. Cek juga harga emas Antam yang menguat hari ini.
Rupiah ditutup melemah ke 16.886 per dolar AS hari ini (11/3). Simak analisis dampak geopolitik Timur Tengah dan kebijakan Bank Indonesia terhadap kurs.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa di Jakarta bergerak menguat 63 poin atau 0,37% menjadi Rp16.886 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah Senin, 9 Maret 2026 jebol ke level psikologis Rp17.000 per dolar AS akibat lonjakan harga minyak dunia dan ketegangan di Timur Tengah.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, dibuka melemah 58 poin atau 0,34% menjadi Rp16.930 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.872 per dolar AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved