Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Cuaca Ekstrem di Banten Hambat Operasional Galangan Kapal

Naufal Zuhdi
05/2/2026 19:05
Cuaca Ekstrem di Banten Hambat Operasional Galangan Kapal
Ilustrasi(Dok PT Arjaya Berkah Marine)

INTENSITAS cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banten dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak serius pada sektor industri maritim. Sejumlah pengerjaan reparasi dan pemeliharaan kapal (docking) dilaporkan mengalami keterlambatan signifikan akibat curah hujan tinggi dan angin kencang.

Kendala Teknis dan Standar Kualitas Pihak pengelola galangan mengungkapkan bahwa tahapan krusial dalam perbaikan kapal sangat bergantung pada kondisi cuaca yang kering.

Proses teknis seperti pengupasan kerak lambung (blasting), pengecatan ulang, hingga pengelasan struktur utama tidak memungkinkan untuk dilakukan saat hujan turun.

"Kami terpaksa menghentikan aktivitas pengecatan dan pengelasan demi menjaga kualitas standar keamanan serta ketahanan material. Jika dipaksakan dalam kondisi lembap atau basah, cat tidak akan merekat sempurna dan hasil las berisiko mengalami keretakan," kata Divisi Kehumasan PT Arjaya Berkah Marine, Malikh, Kamis (5/2).

Keterlambatan ini, lanjut Malikh, tidak hanya merugikan pihak galangan, tetapi juga memicu efek domino pada sektor transportasi laut. Sejumlah kapal yang seharusnya sudah kembali beroperasi untuk melayani jalur logistik kini tertahan lebih lama di area galangan.

Untuk meminimalisir keterlambatan, dirinya mengungkapkan bahwa manajemen PT Arjaya Berkah Marine menerapkan strategi operasional yang lebih adaptif melalui sistem kerja shift yang fleksibel.

"Kami mengerahkan pekerja secara maksimal saat cuaca cerah untuk mengejar ketertinggalan progres. Kita memaksimalkan setiap celah waktu yang ada," tambah Malikh.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini bahwa potensi cuaca buruk di wilayah Banten diprediksi akan bertahan hingga akhir bulan ini. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik