Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

IHSG Hari Ini 4 Februari 2026: Diprediksi Mendatar, Pelaku masih Wait and See

Andhika Prasetyo
04/2/2026 10:15
IHSG Hari Ini 4 Februari 2026: Diprediksi Mendatar, Pelaku masih Wait and See
Ilustrasi(Antara)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, diperkirakan bergerak konsolidatif seiring pelaku pasar menunggu kejelasan langkah lanjutan otoritas terkait rencana aksi reformasi pasar modal Indonesia. Pada pembukaan perdagangan, IHSG tercatat menguat 28,45 poin atau 0,35% ke level 8.151,05. Sementara indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan naik 3,50 poin atau 0,42% ke posisi 827,23.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan ruang gerak IHSG hari ini masih terbatas dalam rentang tertentu.

“IHSG diperkirakan berpotensi berkonsolidasi di kisaran 7.950-8.400,” ujarnya dalam kajian di Jakarta, Rabu.

Dari sentimen domestik, perhatian investor tertuju pada langkah Otoritas Jasa Keuangan bersama Self Regulatory Organization (SRO) yang berencana memperluas keterbukaan data kategori investor pasar modal. Jumlah klasifikasi investor akan diperluas dari sembilan tipe menjadi 27 sub-tipe, sebagai bagian dari upaya peningkatan transparansi yang diminta oleh MSCI.

Ke depan, data investor akan mencakup berbagai kategori, mulai dari perusahaan private equity, pemerintah, hingga peer to peer lending, serta dibedakan berdasarkan status afiliasi dan non-afiliasi. Kebijakan ini dinilai dapat memperbaiki kualitas informasi di pasar, meski dampaknya terhadap pergerakan jangka pendek masih terbatas.

Selain itu, Ratna menilai langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membentuk panitia seleksi pimpinan OJK menjadi sinyal upaya menjaga stabilitas dan kredibilitas sektor keuangan, meskipun proses tersebut dinilai telah melewati tenggat waktu ideal.

Di sisi lain, pelaku pasar juga cenderung bersikap menunggu (wait and see) terhadap rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025, yang akan menjadi indikator penting kondisi fundamental perekonomian nasional ke depan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya