Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

IHSG Kembali Menguat, Airlangga Ungkap Pemicunya

Insi Nantika Jelita
03/2/2026 13:10
IHSG Kembali Menguat, Airlangga Ungkap Pemicunya
Ilustrasi(Antara)

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, laju kencang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (3/2) dipicu oleh masuknya aliran dana asing ke pasar modal domestik. Ia menyebut, setelah dua pekan terakhir mengalami arus keluar (net outflow), pasar kembali mencatatkan arus masuk bersih (net inflow) ratusan miliar rupiah.

“Kalau kemarin kita lihat lebih dari Rp600 miliar itu net inflow asing," kata Airlangga di sela acara Indonesia Economic Summit, Jakarta, Selasa (3/2).

Pada pukul 11.59 WIB, IHSG tercatat melonjak 1,57% atau naik 124 poin ke level 8.047,22.

"Dua minggu terakhir memang net outflow, tapi kemarin sudah net inflow dan pagi ini IHSG masuk jalur hijau,” kata Politikus Partai Golkar itu.

Ia menegaskan, pemerintah melihat pergerakan pasar dari sisi fundamental, bukan berspekulasi terhadap arah pergerakan saham.

Sebelumnya, IHSG koreksi tajam setelah pengumuman signifikan dari penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pada Rabu, 28 Januari 2026, MSCI mengumumkan pembekuan terhadap setiap peningkatan bobot Indonesia dalam indeks globalnya, yang langsung memicu tekanan di pasar saham.

Situasi tersebut kemudian diikuti dengan pengunduran diri sejumlah pimpinan lembaga pasar keuangan. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri, disusul pengunduran diri kolektif pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni Ketua Mahendra Siregar, Wakil Ketua Mirza Adityaswara, Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Aditya Jayaantara.

Menanggapi pelemahan IHSG pascaperubahan jajaran pimpinan tersebut, Airlangga menilai kondisi itu sebagai bagian dari proses normalisasi portofolio.

“Ya kita tunggu saja, itu kan normalisasi daripada portofolio,” ujarnya.

Lebih lanjut, Airlangga menekankan pentingnya reformasi pasar modal yang tengah disiapkan pemerintah. Salah satu langkah utama adalah peningkatan batas minimum saham yang beredar di publik (free float) dari sebelumnya 7,5% atau 10% menjadi 15%.

Selain itu, aturan keterbukaan kepemilikan saham juga diperketat, dengan menurunkan ambang batas pengungkapan dari sebelumnya 5% menjadi 1%.

“Di atas 1% harus di-disclose, termasuk ultimate beneficial owner-nya. Ini sebenarnya mudah karena di KSEI sudah tersedia secara digital, tinggal dilanjutkan pengungkapannya,” jelas Airlangga.

Pemerintah juga membuka peluang lebih luas bagi dana pensiun untuk berinvestasi di pasar saham, khususnya pada saham-saham berkualitas, sebagai bagian dari upaya memperdalam pasar dan memperkuat basis investor domestik. (Ins/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya