Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
Pasar saham Indonesia kembali mengalami guncangan hebat pada perdagangan hari ini, Kamis 29 Januari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren terjun bebas (freefall) setelah dibuka anjlok tajam menembus level psikologis 8.000 hingga menyentuh area 7.800-an.
Aksi jual masif (panic selling) yang dimulai sejak kemarin masih mendominasi pasar, dipicu oleh sentimen negatif dari keputusan MSCI yang membekukan sementara review indeks saham Indonesia. Berikut adalah data perdagangan real-time sesi pagi yang dihimpun tim redaksi Media Indonesia.
| Indikator | Nilai / Posisi | Perubahan |
|---|---|---|
| Level IHSG (Sesi I) | 7.845,85 | ▼ -5,71% |
| Pembukaan | 8.027,82 | - |
| Penutupan Kemarin | 8.320,56 | ▼ -7,35% |
| Kurs Rupiah (JISDOR) | Rp 16.722 / USD | Melemah Tipis |
| Asing Net Sell | Rp 5,38 Triliun | (YTD High) |
*Data perdagangan sesi pagi per pukul 10:00 WIB, 29 Januari 2026.
Kejatuhan IHSG hari ini dan kemarin bukan koreksi teknikal biasa, melainkan respons fundamental terhadap risiko capital outflow struktural. Berikut poin analisis utama:
(Ant/E-3)
IHSG ditutup menguat 1,41% ke level 7.440,91 pada 10 Maret 2026. Dipicu koreksi harga minyak global dan data penjualan ritel domestik yang melonjak 5,7%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, dibuka menguat mengikuti pergerakan bursa global.
IHSG ditutup melemah tajam ke level 7.337 pada Senin (9/3/2026). Simak analisis penyebab anjloknya bursa akibat lonjakan harga minyak dan inflasi global di sini.
PADA awal sesi perdagangan, IHSG turun cukup dalam.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai perdagangan Jumat (6/3) dengan pergerakan melemah.
IHSG ditutup menguat 1,76 persen ke posisi 7.710,54 pada Kamis (5/3/2026). Simak analisis aksi bargain hunting investor dan daftar saham top gainers hari ini.
BEI melakukan pembekuan sementara perdagangan atau trading halt pada Kamis, 29 Januari 2026, menyusul penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved