Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa, 27 Januari 2026, bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di zona merah. Aksi profit taking pasca reli awal tahun tampaknya menjadi penahan laju indeks, meskipun sentimen makroekonomi domestik cukup kondusif dengan penguatan Mata Uang Rupiah.
IHSG hari ini pada sesi pembukaan terpantau terkoreksi 0,75 poin atau 0,01 persen ke posisi 8.974,57. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,70 poin atau 0,19 persen ke posisi 880,72.
Pergerakan pasar hari ini menunjukkan anomali menarik. Biasanya, penguatan Mata Uang Rupiah berkorelasi positif dengan kenaikan IHSG. Namun, hari ini Rupiah menguat ke Rp 16.782 per dolar AS (naik 0,3%), sementara IHSG justru terkoreksi.
Dari dalam negeri, fokus pelaku pasar tertuju pada arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) pasca pengangkatan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI menggantikan Juda Agung. Pelaku pasar juga akan mencermati Konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang dapat memberikan petunjuk tentang kebijakan moneter, fiskal, dan langkah stabilisasi pasar ke depan.
Dari mancanegara, pelaku pasar mencermati pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 27-28 Januari 2026, yang diperkirakan akan menahan suku bunga acuannya. Selain itu, fokus juga akan ditujukan pada pidato Ketua The Fed Jerome Powell, yang akan menyampaikan terkait inflasi, ketahanan ekonomi, serta arah kebijakan moneter di masa depan. (Ant/E-3)
