Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

DPR RI Minta BI Jaga Nilai Tukar Rupiah pada Angka-angka yang Moderat

Naufal Zuhdi
21/1/2026 18:35
DPR RI Minta BI Jaga Nilai Tukar Rupiah pada Angka-angka yang Moderat
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun(Naufal Zuhdi/MI)

KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat. 

“Angka-angka yang memberikan simbolisasi terhadap penguatan nilai dan kapasitas ekonomi Indonesia,” ucap Misbakhun saat ditemui di Jakarta, Rabu (21/1).

Dirinya juga menegaskan menjaga stabilitas perekonomian bukanlah pekerjaan yang mudah.

“Kita punya pertumbuhan ekonomi yang stabil di kisaran 4,8-4,9 (persen) bahkan 5 (persen) secara year on year. Dan kita mempunyai inflasi yang rendah, kita mempunyai cadangan devisa yang sangat kuat. Dan kita mempunyai current account yang surplus, kita mempunyai balance of trade yang positif, dan kemudian kita transaksi neraca pembayaran dan sebagainya, kita semuanya positif. Apa yang dikhawatirkan dari Indonesia? Fundamental kita kuat,” terangnya.

Menurut Misbakhun pergantian Deputi Gubernur BI sama sekali tidak berkaitan dengan pelemahan nilai tukar rupiah

“Saya tidak mengkaitkannya dengan sentimen nilai tukar, bagaimanapun juga figur-figur penggantian deputi Gubernur bank sentral itu adalah kewenangan Gubernur Bank Sentral untuk mengajuan kepada Presiden sebagai Kepala Negara, dan menurut saya jangan dikaitkan dan jangan dihubungkan, karena menurut saya itu hal yang sangat tidak korelatif,” tandasnya. 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan beberapa hari terakhir. Rupiah berada di level Rp16.945 per dolar AS pada Selasa (20/1), melemah 1,53 persen daripada akhir Desember 2025.  

Sementara itu, Bank Indonesia (BI)  menyatakan siap untuk membawa rupiah menguat, dengan dukungan cadangan devisa (cadev) yang dinilai lebih dari cukup untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar. Hal itu disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo, Rabu (21/1). (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya