Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA periode 12–15 Januari 2026, terdapat 1 pencatatan obligasi di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada Rabu (14/1), Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific Tahap I Tahun 2025 yang diterbitkan oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk resmi dicatatkan di BEI.
Obligasi tersebut memiliki jumlah pokok sebesar Rp1,5 triliun dan memperoleh peringkat idAA- (double A minus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.
Total emisi Obligasi dan Sukuk yang telah tercatat sepanjang 2026 adalah 7 emisi dari 6 emiten senilai Rp218,90 triliun. Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 665 emisi dengan nilai outstanding sebesar Rp542,85 triliun dan USD134,01 juta yang diterbitkan oleh 137 emiten.
Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nominal Rp6.484,29 triliun dan US$352,10 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 6 emisi senilai Rp3,99 triliun.
Sementara pada Kamis (15/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kapitalisasi pasar bursa kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) masing-masing pada level 9.075,406 dan Rp16.512 triliun. Data perdagangan saham di BEI selama sepekan pun ditutup mayoritas pada zona positif.
Rekor ATH sering dianggap sebagai sinyal positif karena menunjukkan pasar sedang sangat bergairah, investor sedang optimis, dan kondisi ekonomi dianggap sedang kuat.
Menurut data sepekan, peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa sebesar 3,87% menjadi Rp32,68 triliun dari Rp31,46 triliun pada pekan sebelumnya.
Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami peningkatan sebesar 1,29% menjadi Rp16.512 triliun dari Rp16.301 triliun pada sepekan sebelumnya. Pergerakan IHSG turut mengalami peningkatan pada pekan ini sebesar 1,55% dan ditutup pada level 9.075,406 dari posisi 8.936,754 pada pekan lalu.
Namun, perubahan terjadi pada rata-rata volume transaksi harian Bursa pada pekan ini sebesar 2,68% menjadi 60,13 miliar lembar saham dari 61,79 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami perubahan sebesar 3,24% menjadi 3,86 juta kali transaksi dari 3,99 juta kali transaksi pada pekan lalu. Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih Rp947,45 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp7,30 triliun. (Fal/I-1)
BEI mengungkapkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) sebanyak 24 kali pada 2025.
IHSG hari ini Selasa (10/2/2026) dibuka melemah tipis namun berbalik melonjak 1% ke level 8.115. Simak analisis MSCI dan pergerakan saham BUMI di sini.
Bursa Efek Indonesia dan KSEI telah mengajukan beberapa inisiatif kepada MSCI yang selaras dengan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan BEI dijadwalkan kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan MSCI pada 11 Februari 2026.
Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons pengumuman Moody’s yang menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif sambil mempertahankan peringkat Baa2.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada pekan ini (periode 2-6 Februari 2026).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved