Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menandai 50 tahun perjalanan perusahaannya sebagai momentum refleksi atas kontribusi dan peran strategis yang telah dijalankan dalam mendukung industri aluminium nasional.
Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, menyampaikan bahwa lima dekade perjalanan perusahaan bukan semata tentang lamanya usia, melainkan tentang konsistensi Inalum dalam menjaga relevansi, ketangguhan, dan kontribusi nyata bagi Indonesia.
“Lima puluh tahun menjadi penanda bahwa Inalum terus bertumbuh bersama Indonesia. Sejak awal berdiri, Inalum hadir sebagai industri pengolahan aluminium yang memanfaatkan energi hijau, dan hingga hari ini tetap berkomitmen memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional serta manfaat bagi masyarakat,” ujar Melati dikutip dari siaran pers yang diterima, Kamis (8/1).
Memasuki usia emasnya, Inalum memaknai perjalanan tersebut tidak hanya melalui seremoni, tetapi juga melalui keberpihakan dan kehadiran nyata di tengah masyarakat. Seiring terjadinya bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra, Inalum memutuskan untuk meniadakan acara Selebrasi HUT ke - 50 ini.
Selebrasi berupa Panggung Hiburan dan Jalan Santai yang biasanya digelar untuk masyarakat di sekitar wilayah operasional, telah didedikasikan seluruhnya pada kegiatan Sosial (CSR), yakni dengan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat.
Inisiatif ini mencerminkan tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus empati terhadap kondisi kemanusiaan, selaras dengan prinsip keberlanjutan dan peran INALUM sebagai BUMN strategis yang tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat.
Hasil tersebut merupakan buah dari penerapan inovasi berkelanjutan, penguatan efisiensi operasional, strategi bisnis yang adaptif serta komitmen Insan INALUM dalam merespons dinamika industri aluminium global.
Pencapaian ini sekaligus menegaskan ketangguhan Inalum sebagai produsen aluminium nasional yang andal dan berdaya saing. Ke depan, INALUM akan terus melangkah mengambil peran penting dengan inisiatif strategis penguatan Industri Aluminium Terpadu. (E-3)
Peningkatan kualitas SDM merupakan pilar strategis dalam memperkuat daya saing industri aluminium Indonesia.
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menutup tahun ini dengan capaian penjualan yang solid.
Pemerintah mendorong pelaku industri untuk memperluas pasar ekspor sambil meningkatkan pendalaman struktur industri di dalam negeri.
Kebutuhan aluminium dipastikan meningkat seiring berkembangnya sektor-sektor pengguna, mulai dari konstruksi, otomotif, transportasi, hingga infrastruktur.
Penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, mengonfirmasi pemerintahan AS membatalkan rencana untuk menggandakan tarif impor baja dan aluminium Kanada.
Industri manufaktur nasional menunjukkan ketahanan yang kuat dengan tetap bertahan di jalur ekspansi.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menargetkan pertumbuhan PDB industri pengolahan non migas (IPNM) 2026 di angka 5,51%.
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa industri pengolahan nonmigas (IPNM) berhasil tumbuh hingga 5,17%.
Juru Bicara (Jubir) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif menyampaikan bahwa nilai Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Desember 2025 berada di angka 51,9.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa sepanjang Januari hingga Oktober 2025, total nilai ekspor mencapai US$234,04 miliar atau naik 6,96% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved