Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

BI: Sektor Manufaktur Bertahan di Jalur Ekspansi

Insi Nantika Jelita
19/1/2026 12:37
BI: Sektor Manufaktur Bertahan di Jalur Ekspansi
Ilustrasi(Antara)

Industri manufaktur nasional menunjukkan ketahanan yang kuat dengan tetap bertahan di jalur ekspansi. Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja Lapangan Usaha Industri Pengolahan pada triwulan IV 2025 berada di fase ekspansif, tercermin dari Prompt Manufacturing Index (PMI)-BI yang mencapai 51,86%.

"Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 51,66%," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Senin (19/1). 

Berdasarkan komponen pembentuknya, Denny menuturkan peningkatan PMI-BI didorong oleh ekspansi pada mayoritas komponen yaitu volume produks​i, volume persediaan barang jadi, dan volume total pesanan.  Kemudian, berdasarkan sublapangan usaha (sub-LU), PMI-BI pada sebagian besar sub-LU juga berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman, industri barang galian bukan logam, serta industri makanan dan minuman.

Perkembangan tersebut, jelas Denny sejalan dengan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia yang mengindikasikan kinerja kegiatan lapangan usaha industri Pengolahan tetap kuat dengan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 1,18%.

Pada triwulan I 2026, kinerja LU industri pengolahan diperkirakan terus meningkat dan berada pada fase ekspansi, tecermin dari PMI-BI sebesar 53,17%. Ekspansi terutama didorong oleh volume total pesanan, volume produksi, volume persediaan barang jadi, dan kecepatan penerimaan barang input.

"Mayoritas sub-LU juga dierkirakan berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki, industri furnitur, industri logam dasar, serta industri makanan dan minuman," ungkapnya. 

BI juga melaporkan Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan IV 2025 tetap terjaga. Hal ini tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,61%. Kinerja mayoritas lapangan usaha (LU) tercatat positif dengan SBT tertinggi pada LU jasa keuangan, LU perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan motor, serta lainnya.

"Hal ini sejalan dengan peningkatan aktivitas pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan tahun baru sehingga mendorong permintaan domestik," kata Denny.

Kapasitas produksi terpakai pada triwulan IV 2025 dikatakan tetap terjaga pada level 73,15%. Perkembangan kapasitas produksi ditopang oleh sejumlah LU, yaitu LU pengadaan listrik serta LU pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang. Sementara itu, keuangan dunia usaha secara umum tetap dalam kondisi baik pada aspek Likuiditas maupun Rentabilitas, dengan akses kredit yang lebih mudah.   

"Responden memperkirakan kegiatan usaha pada triwulan I 2026 meningkat dengan SBT sebesar 12,93%," ungkapnya.

Kegiatan usaha diperkirakan meningkat terutama pada LU pertanian, kehutanan dan perikanan sejalan dengan masuknya musim panen, serta LU industri pengolahan, LU transportasi dan pergudan​​​gan, LU perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan motor. Ini sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat pada periode Ramadan dan HBKN Idulfitri 1447 H. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik