Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
APLIKASI investasi digital terdepan di Indonesia, Bibit.id, menutup tahun 2025 dengan prestasi gemilang. Aplikasi ini diunduh oleh dua juta investor di sepanjang tahun ini, naik 37% dibandingkan tahun 2024. Bibit.id juga mencatat ada lebih dari 1,7 juta portofolio investasi yang sedang dibuat dan dijalankan oleh para investor. Dari angka ini, sebanyak 38 ribu portofolio investasi berhasil tercapai.
Head of PR & Corporate Communication Bibit.id, William, mengatakan bahwa kesuksesan ini mengulang kesuksesan serupa di tahun sebelumnya, di mana terdapat lebih dari 32 ribu tujuan keuangan yang berhasil tercapai. Tentunya 38 ribu portofolio investasi yang berhasil tercapai tidak berarti angka saja, tapi merupakan tercapainya impian dari 38 ribu investor, misalnya untuk dana pernikahan, pendidikan, membeli rumah impian serta dana pensiun.
“Pertama-tama, kami ingin mengucapkan selamat kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia atas tercapainya target 20 juta investor di Pasar Modal. Ini merupakan sebuah pencapaian yang sangat menggembirakan karena artinya semakin banyak masyarakat Indonesia yang melek investasi. Selanjutnya, kami ingin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat untuk tumbuh bersama Bibit,” kata William.
Tidak hanya itu, di tahun 2025, rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) berhasil diraih oleh Bibit, yakni untuk “Pembukaan Rekening Pasar Modal Oleh Aparatur Sipil Negara Terbanyak”. Spesifiknya, sebanyak 2025 akun reksa dana berhasil terverifikasi dalam momentum perayaan Bulan Inklusi Keuangan di bulan Oktober 2025.
“Tahun 2025 merupakan tahun yang penuh kolaborasi dan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan. Secara khusus, terkait pemecahan rekor MURI, kami berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia Wilayah Aceh, Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Aceh serta Pemerintah Kota Langsa di Aceh,” tambahnya.
Tak sampai di situ, dalam ajang Anugerah Produk Indonesia 2025 yang dihelat dalam rangka peringatan ulang tahun ke-40 salah satu media ekonomi nasional, Bibit.id menyabet penghargaan Produk Aplikasi Investasi Terfavorit, mengalahkan empat finalis lainnya. Metodologi penilaian yang digunakan dalam menentukan produk terpilih dilakukan dengan sangat ketat, berbasis pendekatan kuantitatif yang melibatkan lebih dari 1000 responden dari beragam latar belakang wilayah, sosial ekonomi, dan pendidikan. Dengan demikian, metodologi ini menghasilkan temuan yang representatif dan bebas bias.
Sama dengan tahun sebelumnya, Bibit telah memperkenalkan strategi investasi bernama Systematic Investment Plan (SIP). Strategi ini merupakan gabungan dari strategi the power of compounding dan DCA. SIP mewajibkan investor untuk menyetorkan uang ke reksa dana dalam jumlah yang sama, terjadwal, dan dalam horizon waktu yang sudah disesuaikan dengan tujuan keuangan mereka. Misalnya, apabila investor ingin membeli hunian impian dalam waktu 10 tahun ke depan, maka strategi SIP sangat cocok untuk membantunya berinvestasi dengan disiplin, mudah, fleksibel, dan tentunya dalam portofolio yang terdiversifikasikan.
“Di tahun 2025, terdapat hampir 300 ribu tujuan keuangan yang sedang direncanakan oleh para investor dengan menggunakan strategi SIP. Artinya, semangat dan konsistensi masyarakat dalam berinvestasi semakin meningkat.”
Pada saat berdiri di tahun 2019, Bibit dikenal sebagai aplikasi investasi reksa dana online yang memudahkan masyarakat bisa membeli produk-produk reksa dana terbaik dengan aman, mudah, dan dengan jumlah minimal Rp100 ribu atau bahkan Rp10 ribu saja. Di tahun 2024, Bibit telah membantu investor berinvestasi di berbagai kelas aset yang terdiversifikasikan seperti reksa dana, surat berharga negara yang dapat dibeli di pasar primer dan sekunder seperti Obligasi Negara Ritel (ORI), Savings Bond Ritel (SBR), Sukuk Tabungan (ST), Sukuk Ritel (SR), Fixed Rate (FR), Project Based Sukuk serta saham.
“Secara bisnis, tahun 2025 ditandai dengan pertumbuhan sebesar 24% untuk jumlah investor berusia di bawah 30 tahun dan pertumbuhan sebesar 11% untuk jumlah investor berusia di atas 30 tahun. Dari segi keuntungan, hampir 1,2 juta investor di Bibit berhasil merealisasikan keuntungan di tahun ini. Kami berharap hal-hal positif ini akan terus berlanjut di tahun 2026 dan tahun-tahun berikutnya,” tutup William. (H-2)
Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons pengumuman Moody’s yang menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif sambil mempertahankan peringkat Baa2.
REFORMASI tata kelola dinilai menjadi kunci utama untuk memulihkan kepercayaan investor di tengah tekanan yang belakangan membayangi pasar keuangan domestik.
Banyaknya peraturan yang tumpang tindih, proses perizinan yang berlapis, serta perubahan kebijakan yang terlalu sering telah menjadi penghambat nyata bagi investasi di Indonesia.
Keterlibatan investor asing turut dipertimbangkan seiring keterbatasan teknologi nasional dan masih berlangsungnya penyusunan regulasi karbon biru di Indonesia.
Living Lab Ventures (LLV), unit corporate venture capital Sinar Mas Land, menyelenggarakan Inside LLV pada 27 Januari 2026 di Digital Experience Center (DXC), BSD City.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk membahas rencana peningkatan porsi saham beredar (free float) 15%.
Indonesia berada pada situasi psikologis publik yang menarik. Survei Ipsos awal tahun menunjukkan optimisme masyarakat Indonesia mencapai sekitar 90 persen
Sebuah instalasi seni interaktif dibangun untuk menerjemahkan filosofi investasi Sucor AM ke dalam pendekatan yang strategis dan mudah dipahami.
Kawasan timur Jakarta terus menguat sebagai salah satu episentrum pertumbuhan ekonomi regional. Kabupaten Bekasi mencatat realisasi investasi mencapai Rp61,8 triliun.
Moody’s menahan rating Indonesia di Baa2. Pemerintah klaim ekonomi dan fiskal tetap kuat, defisit terjaga, Danantara dan MBG jadi tumpuan investasi.
Banyaknya peraturan yang tumpang tindih, proses perizinan yang berlapis, serta perubahan kebijakan yang terlalu sering telah menjadi penghambat nyata bagi investasi di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Danantara Indonesia untuk menjelaskan kepastian arah kebijakan fiskal Indonesia kepada Moody's.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved