Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menilai rencana pemerintah untuk menghentikan insentif kendaraan listrik pada 2026 bukan langkah yang tepat. Menurutnya, nilai insentif yang dikeluarkan negara masih jauh lebih kecil dibandingkan beban ekonomi yang harus ditanggung akibat kerusakan lingkungan dan dampak kesehatan dari emisi sektor transportasi.
Fabby menjelaskan bahwa pemerintah seharusnya memandang kebijakan ini secara jangka panjang. Biaya pemulihan lingkungan, peningkatan penyakit akibat polusi, serta tekanan terhadap kualitas udara akan menimbulkan kerugian ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan anggaran insentif yang diberikan saat ini. Karena itu, ia menilai wacana pencabutan insentif mencerminkan cara pandang yang terlalu pendek dan tidak mempertimbangkan risiko krisis iklim di masa mendatang.
Ia menambahkan, apabila insentif PPN 10 persen untuk kendaraan listrik dihentikan, harga mobil listrik akan melonjak signifikan. Kondisi ini berpotensi menurunkan minat masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil, padahal peralihan tersebut menjadi salah satu kunci pengurangan emisi. IESR mencatat bahwa penggunaan satu unit mobil listrik dengan jarak tempuh 20.000 kilometer per tahun dapat mengurangi impor bahan bakar minyak hingga 1.320 liter.
Fabby mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada penghematan anggaran jangka pendek. Jika ketergantungan terhadap BBM terus berlanjut, defisit neraca perdagangan justru berisiko semakin membesar karena impor energi yang meningkat. Selain itu, kebijakan penghentian insentif juga berpotensi menghambat masuknya investasi di sektor baterai, yang diproyeksikan mencapai Rp544 triliun hingga 2060. Banyak pelaku industri saat ini sedang membangun fasilitas produksi dan membutuhkan kepastian kebijakan.
Dengan mempertimbangkan berbagai dampak tersebut, Fabby mendorong pemerintah untuk mempertahankan insentif kendaraan listrik. Menurutnya, keberlanjutan insentif sangat penting guna menjaga momentum transisi energi sekaligus memastikan masyarakat memperoleh hak atas kualitas udara yang lebih bersih. (H-3)
Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai rencana penyesuaian bahkan penghentian insentif kendaraan listrik belum tepat dilakukan saat ini.
Peneliti menyarankan insentif impor kendaraan listrik untuk dihentikan karena berpotensi menggerus daya saing industri otomotif lokal y
PENCABUTAN izin 28 perusahaan yang terbukti memperburuk dampak banjir Sumatra, tanpa kejelasan pengelolaan berpotensi menciptakan kekosongan pengawasan
DEWAN Perwakilan Daerah (DPD RI) menyatakan telah menginventarisasi berbagai persoalan terkait aktivitas perusahaan yang berdampak pada kerusakan lingkungan di sejumlah daerah.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup (KLH) tengah melakukan kajian lingkungan menindaklanjuti pencabutan izin 28 perusahaan yang dinilai berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan
LBH Padang menyoroti langkah Presiden Prabowo Subianto yang mencabut izin 28 perusahaan setelah bencana banjir Sumatra tak boleh hanya pencitraan atau lip service negara
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup akan melakukan audit lingkungan terhadap 182 perusahaan tambang dan perusahaan sawit yang dinilai menjadi penyebab kerusakan lingkungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved