Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Premi Tumbuh Rp1,6 Triliun, Jasaraharja Putera Perkuat Fondasi Asuransi Berkelanjutan

Rahmatul Fajri
03/1/2026 13:33
Premi Tumbuh Rp1,6 Triliun, Jasaraharja Putera Perkuat Fondasi Asuransi Berkelanjutan
Ilustrasi(Dok Jasa Raharja )

PT Jasaraharja Putera membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan internal (unaudited), anak usaha Jasa Raharja ini berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 16,79% dibandingkan tahun sebelumnya, di tengah dinamika industri asuransi yang kian kompetitif.

Hingga Desember 2025, perusahaan juga mencatatkan pendapatan premi bruto sebesar Rp1,6 triliun, atau tumbuh sekitar 10% secara tahunan (year-on-year). Kenaikan ini didorong oleh strategi bisnis yang adaptif serta penguatan portofolio produk di berbagai wilayah operasional.

Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris mengungkapkan bahwa pertumbuhan perusahaan berada pada jalur yang berbeda dengan rata-rata industri karena fokus pada investasi yang berhati-hati (prudent) dan pencadangan yang terukur.

"Kami tumbuh sesuai dengan fokus kami. Berinvestasi secara prudent, menjaga kepercayaan industri dan reasuransi, serta pencadangan yang terukur adalah bagian dari upaya kami menjaga reputasi perusahaan," ujar Abdul Haris melalui keterangannya, Sabtu (3/1).

Selain pertumbuhan laba, Jasaraharja Putera mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar (market leader) pada lini bisnis Suretyship.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), perusahaan menguasai pangsa pasar (market share) nasional sebesar 33,92% di segmen ini. Keberhasilan ini juga dibarengi dengan kualitas underwriting yang disiplin.

Tercatat, perusahaan mampu menekan loss ratio (rasio beban klaim) Suretyship hingga ke angka 13,16% pada kuartal III-2025. Angka tersebut jauh di bawah rata-rata industri yang berada di level 36%. Tak hanya di lini Suretyship, Jasaraharja Putera juga mempertahankan daya saing di lini Liability (Tanggung Gugat) dengan menempati peringkat ke-3 secara nasional.

Dari sisi kesehatan finansial, tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) perusahaan berada di level 346,70%. Angka ini melampaui ketentuan minimal regulator yang menetapkan batas 120%, menunjukkan kondisi modal perusahaan yang sangat kuat untuk menangani risiko berskala besar.

Ke depan, perusahaan berkomitmen melanjutkan transformasi digital pada proses layanan dan klaim guna meningkatkan efisiensi operasional.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi prioritas, yang dibuktikan dengan partisipasi 108 pegawai dalam Program Profesi AAMAI.

"Dengan fondasi keuangan yang kuat dan strategi terarah, kami optimistis dapat mempertahankan kinerja positif sekaligus berkontribusi aktif dalam memperkuat daya saing industri asuransi nasional," pungkas Abdul Haris. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya