Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) menegaskan bahwa penguatan rantai pasok energi nasional harus ditempatkan sebagai fondasi kedaulatan negara, bukan lagi sekadar isu teknis logistik atau komoditas dagang.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira, saat membuka gelaran Indonesia Energy Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (17/12). Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, serta jajaran petinggi BUMN energi.
"Energi adalah darah bagi perekonomian. Kami melihat rantai pasok dalam tiga dimensi strategis: penjamin ketahanan rakyat, mesin pertumbuhan ekonomi melalui efisiensi biaya, serta instrumen kedaulatan untuk mengurangi ketergantungan impor," kata Anggawira.
Meski optimistis, Anggawira memberikan peringatan dini terkait empat tantangan besar (Key Challenges) yang diprediksi akan menekan sektor energi Indonesia pada tahun 2026. Tantangan pertama adalah fragmentasi rantai pasok global akibat konflik geopolitik yang mengganggu rute perdagangan tradisional.
Tantangan kedua berasal dari faktor internal, yakni kesenjangan infrastruktur (infrastructure gaps) yang masih lebar. Menurut Anggawira, konektivitas antarwilayah yang belum merata menyebabkan biaya logistik energi di Indonesia menjadi salah satu yang termahal di kawasan regional.
Selain itu, tantangan ketiga berkaitan dengan dilema transisi energi. Indonesia didesak melakukan investasi hijau, sementara dominasi energi fosil masih sangat kuat untuk menopang beban dasar (baseload). Terakhir, Anggawira menyoroti masalah ketidakpastian regulasi yang kerap menghambat investasi jangka panjang.
"Inkonsistensi kebijakan adalah musuh utama investasi. Investor membutuhkan aturan main yang stabil dan tidak berubah-ubah di tengah jalan," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ASPEBINDO juga mendorong demokratisasi sektor energi dengan melibatkan koperasi. Kehadiran Menteri Koperasi Ferry Juliantono dinilai sebagai sinyal kuat bahwa sektor energi tidak lagi eksklusif milik korporasi besar.
Sebagai langkah konkret, Anggawira memperkenalkan inisiatif Koperasi Merah Putih yang akan menjadi ujung tombak eksekusi di lapangan. Koperasi ini diproyeksikan sebagai agregator bagi pengusaha daerah dan pelaku UMKM agar dapat masuk ke dalam rantai pasok industri energi secara profesional.
"Koperasi Merah Putih hadir untuk menjahit potensi pengusaha daerah agar bisa masuk ke rantai pasok industri besar. Ini adalah wadah konkret kami untuk memastikan bahwa kue pembangunan energi dinikmati secara merata melalui semangat gotong royong," pungkas Anggawira. (H-3)
Prabowo Subianto memanggil Zulkifli Hasan dan Bahlil Lahadalia ke Istana membahas ketahanan pangan dan pasokan energi menyusul krisis Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz.
Keterlibatan TNI dalam pengamanan objek vital nasional, termasuk kilang dan terminal Pertamina dilakukan untuk memastikan keberlangsungan energi nasional
Rudy menyoroti peran strategis Kaltim sebagai penopang utama ketahanan energi Indonesia sekaligus motor penggerak transisi energi hijau di masa depan.
Adapun desain logo baru tersebut terinspirasi dari garis kontur topografi yang melambangkan hubungan erat perseroan dengan alam.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan menempatkan utusan khusus presiden di seluruh BUMN untuk memperkuat sistem pengawasan terhadap pengelolaan aset negara.
Prabowo lanjut mengumumkan dirinya telah menerima laporan return on asset BUMN-BUMN di bawah naungan Danantara dalam periode setahun terakhir naik hingga lebih dari 300%.
Menurutnya, secara teori manajemen pun tidak ada sistem yang mampu mengelola jumlah entitas sebesar itu dalam satu kendali.
BADAN Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara mulai meninjau ulang atau audit kondisi perusahaan-perusahaan BUMN milik negara.
Penunjukan kerabat dekat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dalam jajaran manajemen anak perusahaan PT Pertamina (Persero) kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved