Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH berkomitmen penuh untuk menjaga kelancaran pasokan energi pada setiap titik vital selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Untuk itu, masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji sesuai dengan kebutuhan. "Persiapan kami sudah dimulai jauh-jauh hari, sehingga masyarakat bisa merayakan momen spesial ini dengan aman, nyaman, serta tanpa khawatir soal energi," ungkap Executive GM Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) Freddy Anwar, di Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Dia mengatakan Satuan Tugas (Satgas) Pertamina Patra Niaga JBB telah siaga total sejak 13 November 2025 untuk musim libur Nataru 2025/2026 dalam menjamin ketersediaan stok BBM dan elpiji agar masyarakat dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman.
"Kondisi satgas betul-betul standby, kemudian kami build up stock agar masyarakat bisa merayakan Natal dan Tahun Baru dengan sebaik-baiknya," ucap Freddy.
Sebagai informasi, Pertamina Patra Niaga JBB melayani kebutuhan BBM dan elpiji pada tiga provinsi utama, yaitu Banten, DKI Jakarta, serta Jawa Barat. Wilayah ini mencakup 41 kota/kabupaten yang rawan lonjakan permintaan energi selama liburan Nataru 2025/2026.
Wilayah JBB itu dilayani melalui enam terminal BBM strategis seperti Plumpang dan Tanjung Gerem, empat terminal elpiji termasuk Tanjung Priok, serta mengamankan distribusi untuk 1.600 SPBU, 24 SPBU nelayan, 475 Pertashop, plus agen elpiji hingga pelosok.
Freddy menerangkan Satgas Pertamina Patra Niaga JBB memprioritaskan pengamanan daerah wisata seperti Anyer dan Carita, Puncak, Lembang, ditambah jalur logistik serta kota-kota utama guna mencegah antrean panjang.
Selain itu, pihaknya mengerahkan personel tambahan seperti motoris dan tim modular di lokasi-lokasi tersebut untuk memastikan distribusi BBM serta elpiji tetap aman meski arus libur Nataru 2025/2026 membeludak. "Kami bakal fokus pada lokasi-lokasi rawan kepadatan seperti lokasi wisata, jalur logistik, serta kota-kota utama untuk mencegah antrean panjang," ucapnya.
Di sisi lain, Satgas Pertamina Patra Niaga JBB berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) secara intensif untuk mengantisipasi cuaca ekstrem seperti longsor jika hujan melebihi tiga jam. "Kami juga memantau jalur-jalur rawan secara real time agar distribusi BBM dan elpiji berjalan dengan aman," ujarnya.
Yang juga tak kalah penting, Satgas Pertamina Patra Niaga Regional JBB mengaktifkan layanan Hotline 135 secara maksimal selama periode libur Nataru 2025/2026 untuk menangani keluhan-keluhan mengenai BBM, elpiji, dan gangguan distribusi dengan cepat. "Layanan 24 jam ini didukung operator terlatih untuk memastikan tetap lancar dalam menghadapi lonjakan permintaan energi," kata Freddy.
Ia mengimbau masyarakat untuk menghubungi 135 apabila menemui antrean panjang atau ketersediaan terbatas di SPBU. "Respons cepat hotline ini jadi andalan utama kami agar liburan akhir tahun aman tanpa kekurangan energi dan berlangsung nyaman," kata Freddy.(H-2)
DI tengah meningkatnya kompleksitas distribusi energi nasional, penguatan standar armada menjadi kebutuhan strategis yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan pasokan energi.
Gangguan tidak hanya terjadi pada jaringan distribusi di permukiman warga, tetapi juga menyentuh infrastruktur utama yang menopang sistem kelistrikan antardaerah.
DPR RI meningkatkan pengawasan terhadap kesiapan pasokan energi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru)
Kondisi banjir menyebabkan beberapa akses terganggu sehingga diperlukan penyesuaian pola distribusi.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional, ExxonMobil menghadirkan layanan cepat Mobil Diesel.
PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menunjukkan respons cepat dalam menghadapi dua situasi darurat di perairan lepas pantai Jawa Barat dalam kurun sepekan.
Moody’s Ratings menurunkan outlook 7 emiten Indonesia menjadi negatif, termasuk TLKM, ICBP, dan UNTR. Simak daftar lengkap emiten yang terdampak di sini.
Nilainya mencapai lebih dari Rp 17 triliun jika dikonversikan dalam kurs Rupiah.
Sementara kapal-kapal milik Pertamina sebagian besar telah berusia tua dan dinilai tidak efisien karena berisiko tinggi mengalami kerusakan dan kecelakaan.
Komaidi menambahkan dengan proses lebih sederhana, maka segala urusan berkaitan pengadaan atau distribusi BBM dan elpiji bisa dipenuhi lebih cepat.
Peningkatan kapasitas produksi tersebut akan memberikan dampak ganda, baik dari sisi pengurangan impor bahan bakar maupun penurunan emisi gas rumah kaca.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved