Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Akses dan Jejaring Petani Muda Indonesia ke Tingkat Global Harus Dibuka Lebar

Rahmatul Fajri
15/12/2025 19:37
Akses dan Jejaring Petani Muda Indonesia ke Tingkat Global Harus Dibuka Lebar
Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services Kementan.(Dok. Kementan)

MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia merupakan faktor penentu keberlanjutan pangan nasional. Penguatan peran petani muda dinilai menjadi kunci regenerasi pertanian, sekaligus diharapkan dapat menjadi contoh bagi petani lainnya dalam menjaga ketahanan dan keberlanjutan sektor pertanian ke depan.

Hal itu dikatakan Amran yang membuat Kementerian Pertanian (Kementan) secara berkelanjutan melakukan pembinaan petani muda. Melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), Kementan berkolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University menyelenggarakan International Workshop: Building Alliances and Networks for Empowering Young Farmers Through IFAD's Support di Bogor, Jawa Barat, Selasa–Jumat (9 hingga 12 Desember).

Kegiatan itu membuka akses jejaring dan peluang pemuda tani Indonesia ke tingkat internasional melalui pertukaran gagasan lintas negara, sekaligus memperkuat ekosistem pembangunan pemuda pertanian nasional melalui aliansi antarkelompok pemuda. Melibatkan 70 petani muda, workshop ini mencerminkan dampak Program YESS yang telah berjalan hampir lima tahun melalui kemitraan Kementerian Pertanian dan IFAD dalam memperkuat kapasitas ratusan ribu pemuda di Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya menempatkan pemuda sebagai aktor utama masa depan pertanian Indonesia. Menurutnya, dukungan yang tepat dan selaras akan membuka peluang ekonomi yang besar bagi generasi muda.

“Kami meyakini masa depan pertanian dan pembangunan perdesaan berada di tangan generasi muda. Melalui Program YESS, pemuda perdesaan dibekali keterampilan, sumber daya, dan kepercayaan diri untuk menangkap peluang ekonomi di sektor pertanian dan bidang terkait,” ujar Idha melalui keterangannya, Senin (15/12).

Workshop selama empat hari itu diawali dengan pembukaan simbolis melalui penyerahan buku knowledge management kepada perwakilan peserta oleh Kepala BPPSDMP. Peserta kemudian mendapatkan pemaparan dari profesor Humboldt University of Berlin serta Lead Technical Specialist IFAD Headquarters yang membahas tren global dan regional pemberdayaan pemuda perdesaan, termasuk pengalaman IFAD dalam pengembangan aliansi pemuda.

Pemahaman peserta semakin diperdalam melalui pemaparan profesor dari Universitas Hasanuddin dan IPB University, serta kehadiran Associate Professor dari The University of Queensland, Australia.

Pada hari kedua, peserta memperoleh pembekalan dari Project Manager YESS Programme, Penasihat Program Youth Preneur UN-FAO, serta Assistant Director Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi antara pemuda tani Indonesia dan perwakilan program pertanian internasional, yakni Proyek LIFE-ND (Nigeria), Proyek MLAMP (India), dan Proyek SAAMBAT (Kamboja). Diskusi ini menghasilkan rancangan aliansi pemuda yang diharapkan memperkuat kolaborasi nasional dan lintas negara.

Hari ketiga diisi dengan kunjungan lapang ke usaha penerima manfaat Program YESS, kebun percobaan, serta taman teknologi agronomi di lingkungan kampus IPB University.

Seluruh rangkaian workshop ditutup pada hari terakhir dengan penyampaian rumusan deklarasi oleh perwakilan pemuda tani. Deklarasi tersebut memuat komitmen peningkatan kapasitas kewirausahaan, pemanfaatan teknologi, serta perluasan akses pasar dan pembiayaan.

“Proses ini tidak berhenti hari ini. Rumusan yang dibacakan harus mendorong pengembangan aliansi yang memberi manfaat nyata, bukan sekadar wacana,” kata Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin. (H-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik