Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia merupakan faktor penentu keberlanjutan pangan nasional. Penguatan peran petani muda dinilai menjadi kunci regenerasi pertanian, sekaligus diharapkan dapat menjadi contoh bagi petani lainnya dalam menjaga ketahanan dan keberlanjutan sektor pertanian ke depan.
Hal itu dikatakan Amran yang membuat Kementerian Pertanian (Kementan) secara berkelanjutan melakukan pembinaan petani muda. Melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), Kementan berkolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University menyelenggarakan International Workshop: Building Alliances and Networks for Empowering Young Farmers Through IFAD's Support di Bogor, Jawa Barat, Selasa–Jumat (9 hingga 12 Desember).
Kegiatan itu membuka akses jejaring dan peluang pemuda tani Indonesia ke tingkat internasional melalui pertukaran gagasan lintas negara, sekaligus memperkuat ekosistem pembangunan pemuda pertanian nasional melalui aliansi antarkelompok pemuda. Melibatkan 70 petani muda, workshop ini mencerminkan dampak Program YESS yang telah berjalan hampir lima tahun melalui kemitraan Kementerian Pertanian dan IFAD dalam memperkuat kapasitas ratusan ribu pemuda di Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya menempatkan pemuda sebagai aktor utama masa depan pertanian Indonesia. Menurutnya, dukungan yang tepat dan selaras akan membuka peluang ekonomi yang besar bagi generasi muda.
“Kami meyakini masa depan pertanian dan pembangunan perdesaan berada di tangan generasi muda. Melalui Program YESS, pemuda perdesaan dibekali keterampilan, sumber daya, dan kepercayaan diri untuk menangkap peluang ekonomi di sektor pertanian dan bidang terkait,” ujar Idha melalui keterangannya, Senin (15/12).
Workshop selama empat hari itu diawali dengan pembukaan simbolis melalui penyerahan buku knowledge management kepada perwakilan peserta oleh Kepala BPPSDMP. Peserta kemudian mendapatkan pemaparan dari profesor Humboldt University of Berlin serta Lead Technical Specialist IFAD Headquarters yang membahas tren global dan regional pemberdayaan pemuda perdesaan, termasuk pengalaman IFAD dalam pengembangan aliansi pemuda.
Pemahaman peserta semakin diperdalam melalui pemaparan profesor dari Universitas Hasanuddin dan IPB University, serta kehadiran Associate Professor dari The University of Queensland, Australia.
Pada hari kedua, peserta memperoleh pembekalan dari Project Manager YESS Programme, Penasihat Program Youth Preneur UN-FAO, serta Assistant Director Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi antara pemuda tani Indonesia dan perwakilan program pertanian internasional, yakni Proyek LIFE-ND (Nigeria), Proyek MLAMP (India), dan Proyek SAAMBAT (Kamboja). Diskusi ini menghasilkan rancangan aliansi pemuda yang diharapkan memperkuat kolaborasi nasional dan lintas negara.
Hari ketiga diisi dengan kunjungan lapang ke usaha penerima manfaat Program YESS, kebun percobaan, serta taman teknologi agronomi di lingkungan kampus IPB University.
Seluruh rangkaian workshop ditutup pada hari terakhir dengan penyampaian rumusan deklarasi oleh perwakilan pemuda tani. Deklarasi tersebut memuat komitmen peningkatan kapasitas kewirausahaan, pemanfaatan teknologi, serta perluasan akses pasar dan pembiayaan.
“Proses ini tidak berhenti hari ini. Rumusan yang dibacakan harus mendorong pengembangan aliansi yang memberi manfaat nyata, bukan sekadar wacana,” kata Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin. (H-3)
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
Sejumlah pemuda di desa tersebut setelah lulus SMA memilih menjadi petani karena dinilai lebih menguntungkan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya peran petani muda dalam membangun pertanian modern dan mewujudkan swasembada pangan nasional.
Program Kementan sukses membina ratusan ribu petani muda di 4 provinsi dan 19 kabupaten. Provinsi tersebut antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.
MENTERI Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut untuk mendukung swasembada keterlibatan generasi muda sangat diperlukan.
WAKIL Menteri Pertanian, Sudaryono menyebut Program YESS berhasil memberdayakan generasi muda untuk menjadi wirausaha di sektor pertanian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved