Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Konsumsi Rumah Tangga Sulsel Tumbuh Positif, Jadi Penopang Utama Ekonomi Regional

Lina Herlina
14/12/2025 17:10
Konsumsi Rumah Tangga Sulsel Tumbuh Positif, Jadi Penopang Utama Ekonomi Regional
Foto udara pembangunan rumah di salah satu kompleks perumahan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (5/5/2025).(Antara)

BADAN Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat kinerja positif pada komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) dalam pertumbuhan ekonomi triwulan III-2025. 

Data menunjukkan, secara year-on-year (yoy), PK-RT tumbuh sebesar 4,70 persen, memberikan kontribusi sumber pertumbuhan sebesar 2,32% terhadap total pertumbuhan ekonomi Sulsel yang sebesar 5,01% (yoy).

Secara kumulatif (ctc) hingga triwulan III-2025, pengeluaran konsumsi rumah tangga juga tumbuh solid sebesar 4,49%, tetap menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 2,34%. 

Meskipun terjadi penyesuaian musiman dengan kontraksi ringan sebesar 1,52% secara triwulanan (qtq), struktur perekonomian Sulsel secara dominan masih bertumpu pada konsumsi dalam negeri, dengan pangsa PK-RT mencapai 51,30% dari total PDRB atas dasar harga berlaku.

Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Aryanto, menjelaskan bahwa pertumbuhan konsumsi ini mencerminkan optimisme dan daya beli masyarakat yang terjaga. 

"Pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang tetap positif dan berkontribusi signifikan menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap kondisi perekonomian. Stabilitas harga dan membaiknya pendapatan masyarakat, terutama dari sektor-sektor unggulan seperti pertanian dan jasa, menjadi pendorong utamanya," jelas Aryanto.

Iya juga menyebut bahwa pertumbuhan konsumsi ini selaras dengan kinerja sektor-sektor yang melayani kebutuhan langsung rumah tangga. 

"Kita lihat sektor Perdagangan Besar dan Eceran tumbuh 4,19% (yoy), dan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum bahkan melesat 8,16%. Ini adalah indikator nyata dari geliat kegiatan konsumsi dan mobilitas masyarakat di Sulsel," tambahnya.

Selain itu, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang merupakan penyumbang PDRB terbesar (24,55%) tumbuh 5,32% (yoy), memberikan dasar pendapatan yang kuat bagi sebagian besar masyarakat. 

Sementara itu, kelompok Jasa Lainnya menunjukkan pertumbuhan tertinggi sebesar 11,82%, diikuti Jasa Keuangan dan Asuransi (9,39%), serta Jasa Kesehatan (7,81%), yang menandakan diversifikasi dan peningkatan kualitas konsumsi.

"Dengan konsumsi yang kuat dan didukung oleh pertumbuhan investasi (PMTB) serta ekspor, perekonomian Sulawesi Selatan memiliki fondasi yang berimbang. Kami optimistis daya beli masyarakat akan terus terjaga, mendorong siklus ekonomi yang positif ke depan," lanjut Aryanto.

Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) menjadi penyumbang utama.

Kontribusi ekonomi Sulsel terhadap perekonomian nasional pada triwulan III 2025 tercatat sebesar 3,30%.

Dengan capaian tersebut, Sulsel menempati posisi kesembilan sebagai provinsi dengan kontribusi ekonomi terbesar secara nasional.

Sulsel berada di bawah DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Utara, Riau, Banten, dan Kalimantan Timur. (LN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya