Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kinerja MICE Hingga September 2025, 134 Acara, Serap 95 Ribu Pekerja, Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp11,82 Triliun

Iis Zatnika
03/12/2025 21:15
Kinerja MICE Hingga September 2025, 134 Acara, Serap 95 Ribu Pekerja, Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp11,82 Triliun
Kompetisi barista diselenggarakan dalam SIAL Interfood yang diselenggarakan di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, 12 hingga 15 November 2025.(MI/Iis Zatnika)

Dari Januari hingga September 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.434,3 triliun, meningkat hampir 13% year-on-year dan menciptakan 1,95 juta lapangan kerja tambahan. Sementara, Kawasan Ekonomi Khusus telah mencatat investasi kumulatif sebesar Rp294,4 triliun dan menciptakan 187.000 lapangan kerja, khususnya di sektor pariwisata.

Demikian diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya pada Business Forum Indonesia Economic Outlook 2026: Strategic Partnerships for Business, Trade & Tourism Investment di Jakarta, Selasa (2/12). 

Capaian lainnya, lanjut Airlangga, Indonesia terus menunjukkan ketahanan dan daya tarik investasi yang kuat. Pada semester pertama, realisasi investasi mencapai Rp340,2 triliun, atau 60% dari target nasional, dan 44% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Investasi asing langsung (FDI) berkontribusi 26%, menegaskan daya saing Indonesia di pasar global.

"Pada 2026, APBN akan terus mendukung program prioritas di bidang ketahanan pangan dan energi, gizi, serta pendidikan dengan alokasi mencapai sekitar Rp3.250 triliun, termasuk Rp450 triliun yang didedikasikan untuk memperkuat sektor-sektor inti tersebut. Kebijakan ini diperkirakan menciptakan efek pengganda yang besar bagi perekonomian” ungkap Airlangga.

Sejalan dengan penguatan tersebut, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menargetkan investasi sebesar Rp2.175,26 triliun pada tah2026, naik 14,2% dari target tahun 2025, dengan fokus pada hilirisasi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8%. 

Target ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,33% oleh Bank Indonesia (BI) pada 2026. Penguatan arus investasi ini juga berimplikasi langsung pada sektor-sektor pendukung perekonomian, termasuk pariwisata dan industri MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions), yang memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas bisnis dan rantai pasok nasional.

Sektor pariwisata melalui industri MICE terus menunjukkan peran strategis dalam perekonomian. Kementerian Pariwisata menargetkan kontribusi devisa sektor MICE meningkat dari 10% menjadi 15% pada 2029 melalui penguatan ekosistem event nasional dan perluasan lapangan kerja. 

Hingga September 2025, pemerintah telah mendukung 134 event yang menghadirkan 10,8 juta pengunjung, melibatkan sekitar 95 ribu pekerja event dan 44.800 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta menghasilkan perputaran ekonomi sebesar Rp11,82 triliun. Data tersebut menegaskan, sektor MICE bukan hanya menjadi motor pemulihan industri pariwisata, tetapi juga menjadi pilar penting dalam agenda pertumbuhan ekonomi jangka menengah.

CEO Krista Exhibitions, perusahaan penyelenggara pameran yang telah beroperasi lebih dari 31 tahun, Daud D. Salim menyatakan acara diskusi yang digagasnya itu mendukung kalangan dunia usaha, khususnya di sektor manufaktur dan MICE yang berperan penting dalam memperkuat struktur ekonomi nasional.

"Pertumbuhan industri MICE memberikan kontribusi pada sektor B2B, kami bertekad menjadikan Indonesia sebagai hub pameran terkemuka di Asia Tenggara," kata Daud. 

Pada 2026, Krista Exhibitions kembali menggelar rangkaian pameran lintas sektor di berbagai kota. Dimulai dengan Jogja Food & Beverage Expo, bersamaan dengan Jogja International Printing Expo dan Jogja Pack Expo. Selanjutnya, IIFEX – Eastfood Indonesia Expo di Surabaya, berlanjut ke Bali Interfood Expo, serta ditutup dengan pameran makanan minuman terbesar di Asia Tenggara, SIAL Interfood Expo, bersamaan dengan Seafood Show Asia Expo dan All Indonesia Cooltech Expo di NICE PIK, Jakarta. Selain itu, digelar pula IndoBeauty Expo, Indo Leather & Footwear Expo, Indo Garment & Textile Expo, IndoHealthcare Gakeslab Expo, serta PRO AVL Indonesia Expo.

Ada pula rangkaian pameran yang menjadi salah satu referensi industri kemasan berbahan daur ulang dan alamberbahan singkong dan nabati lainnya adalah Allplas Indonesia Expo. 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Iis Zatnika
Berita Lainnya