Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Australian Bureau of Statistics (ABS) resmi memperbarui Nota Kesepahaman (MoU) untuk periode 2025-2029. Penandatanganan ini menandai tiga puluh tahun kemitraan erat antara Indonesia dan Australia dalam penguatan statistik resmi. Kesepakatan tersebut menjadi langkah penting bagi upaya modernisasi statistik nasional di tengah perubahan global yang semakin cepat.
Selama tiga dekade, kolaborasi BPS-ABS menjadi salah satu pilar dalam peningkatan mutu data Indonesia. Melalui MoU terbaru ini, kedua institusi sepakat memperdalam kerja sama pada empat fokus strategis.
Pertama, peningkatan kualitas statistik resmi negara, khususnya neraca nasional, statistik harga, statistik produksi, serta statistik lingkungan. BPS dan ABS berkomitmen menghadirkan sistem statistik yang semakin andal dan efisien, berpedoman pada standar proses bisnis statistik internasional.
Kedua, percepatan transformasi statistik melalui adopsi metodologi terkini, pemanfaatan data administratif dan big data dalam statistik resmi, hingga penggunaan machine learning.
Ketiga, penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang statistik. Keempat, memperluas peran Indonesia dalam forum statistik internasional.
”Hubungan antara BPS dan ABS telah terbina dengan sangat baik selama lebih dari tiga dekade. Sejak MoU pertama pada tahun 1995, kerja sama kedua lembaga terus memperkuat metodologi statistik, meningkatkan kompetensi SDM, memajukan sistem digital, serta mendorong penerapan praktik terbaik internasional,” jelas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dilanisir dari keterangan yang diterima, Selasa (2/12).
Pembaruan MoU ini sejalan dengan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang menekankan kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi kepentingan nasional. Hal ini juga selaras dengan kebijakan luar negeri Presiden Prabowo yang mempererat hubungan diplomatik dan kerja sama dengan Australia.
”Tahun ini menjadi penanda tiga puluh tahun kerja sama erat ABS dan BPS. Sepanjang perjalanan tersebut, kolaborasi ini telah memberi dampak besar bagi kedua institusi. Pembaruan MoU hari ini menjadi langkah untuk tumbuh bersama, bergerak menuju masa depan, dan menjaga hubungan yang telah terjalin lama,” ungkap The Australian Statistician atau Kepala ABS, David Gruen, yang menyampaikan apresiasinya atas kerja sama tersebut.
Melalui MoU yang diperbarui ini, BPS menegaskan pentingnya respons cepat terhadap kebutuhan pengguna data, kemampuan beradaptasi terhadap dinamika global, serta penguatan jejaring internasional guna meningkatkan kualitas statistik Indonesia.
”Hari ini kita sepakat membawa kerja sama ini ke level yang lebih tinggi. Tidak hanya memperkuat kemitraan, tetapi juga membangun persahabatan. Dengan hubungan yang lebih kuat, kita membangun kepercayaan dan saling menghormati, sehingga kedua pihak bisa tumbuh bersama dan saling mendukung untuk mencapai visi menjadi NSO berkelas dunia,” ujar Amalia.
Pada kesempatan ini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, hadir sebagai keynote speaker dan menegaskan nilai strategis kerja sama BPS dan ABS. Rachmat Pambudy menyampaikan, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Australia baru-baru ini serta pertemuan beliau dengan Perdana Menteri Anthony Albanese.
"Kedua pemimpin kembali menegaskan komitmen memperkuat hubungan bilateral melalui kemitraan yang setara dan saling menguntungkan. Dalam konteks ini, kerja sama antara BPS dan ABS menjadi sangat relevan serta strategis," kata dia.
Rachmat Pambudy juga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar terhadap kualitas data statistik, dan secara rutin mengacu pada indikator-indikator kunci yang dihasilkan BPS seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, pengangguran, statistik perumahan, dan lainnya.
Hadir pula dalam acara tersebut Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Australia's Acting Ambassador to Indonesia, Gita Kamath, serta perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Provinsi Bali. (RO/Z-10)
Peneliti berhasil mengidentifikasi bakteri usus penyebab Auto-Brewery Syndrome (ABS), kondisi langka yang membuat penderitanya mabuk hanya karena makan karbohidrat.
Kenali apa itu sistem rem ABS pada mobil dan motor.
Teknologi CBS memudahkan karena saat tuas rem belakang ditekan, otomatis rem depan akan ikut mengerem. Itu bisa terjadi karena tuas rem belakang juga dihubungkan ke rem depan.
Cara kerja ABS secara ialah ketika pengemudi menginjak rem, hydraulic unit akan membaca seluruh data kendaraan.
OJK menilai ekonomi Indonesia tetap solid seiring keputusan Moody's yang mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2 dengan penyesuaian outlook.
PENURUNAN tingkat pengangguran nasional tidak serta-merta mencerminkan perbaikan kualitas pasar kerja.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
BADAN Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 dari sisi pengeluaran mengalami pertumbuhan yang seluruhnya positif secara year on year.
BPS mencatatkan bahwa tingkat kemiskinan pada September 2025 pada angka sebesar 8,25% atau mengalami penurunan jika dibandingkan kondisi Maret 2025 yang tercatat 8,47%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved