Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

BPS-ABS Perbarui MoU: Menegaskan 30 Tahun Kemitraan Statistik Indonesia-Australia

 Gana Buana
02/12/2025 14:39
BPS-ABS Perbarui MoU: Menegaskan 30 Tahun Kemitraan Statistik Indonesia-Australia
Pembaruan MoU antaran BPS dan Australian Bureau of Statistics (ABS) hingga 2029.(Dok. BPS)

Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Australian Bureau of Statistics (ABS) resmi memperbarui Nota Kesepahaman (MoU) untuk periode 2025-2029. Penandatanganan ini menandai tiga puluh tahun kemitraan erat antara Indonesia dan Australia dalam penguatan statistik resmi. Kesepakatan tersebut menjadi langkah penting bagi upaya modernisasi statistik nasional di tengah perubahan global yang semakin cepat.

Selama tiga dekade, kolaborasi BPS-ABS menjadi salah satu pilar dalam peningkatan mutu data Indonesia. Melalui MoU terbaru ini, kedua institusi sepakat memperdalam kerja sama pada empat fokus strategis.

Pertama, peningkatan kualitas statistik resmi negara, khususnya neraca nasional, statistik harga, statistik produksi, serta statistik lingkungan. BPS dan ABS berkomitmen menghadirkan sistem statistik yang semakin andal dan efisien, berpedoman pada standar proses bisnis statistik internasional.

Kedua, percepatan transformasi statistik melalui adopsi metodologi terkini, pemanfaatan data administratif dan big data dalam statistik resmi, hingga penggunaan machine learning.

Ketiga, penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang statistik. Keempat, memperluas peran Indonesia dalam forum statistik internasional.

”Hubungan antara BPS dan ABS telah terbina dengan sangat baik selama lebih dari tiga dekade. Sejak MoU pertama pada tahun 1995, kerja sama kedua lembaga terus memperkuat metodologi statistik, meningkatkan kompetensi SDM, memajukan sistem digital, serta mendorong penerapan praktik terbaik internasional,” jelas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dilanisir dari keterangan yang diterima, Selasa (2/12).

Pembaruan MoU ini sejalan dengan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang menekankan kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi kepentingan nasional. Hal ini juga selaras dengan kebijakan luar negeri Presiden Prabowo yang mempererat hubungan diplomatik dan kerja sama dengan Australia.

”Tahun ini menjadi penanda tiga puluh tahun kerja sama erat ABS dan BPS. Sepanjang perjalanan tersebut, kolaborasi ini telah memberi dampak besar bagi kedua institusi. Pembaruan MoU hari ini menjadi langkah untuk tumbuh bersama, bergerak menuju masa depan, dan menjaga hubungan yang telah terjalin lama,” ungkap The Australian Statistician atau Kepala ABS, David Gruen, yang menyampaikan apresiasinya atas kerja sama tersebut.

Melalui MoU yang diperbarui ini, BPS menegaskan pentingnya respons cepat terhadap kebutuhan pengguna data, kemampuan beradaptasi terhadap dinamika global, serta penguatan jejaring internasional guna meningkatkan kualitas statistik Indonesia.

”Hari ini kita sepakat membawa kerja sama ini ke level yang lebih tinggi. Tidak hanya memperkuat kemitraan, tetapi juga membangun persahabatan. Dengan hubungan yang lebih kuat, kita membangun kepercayaan dan saling menghormati, sehingga kedua pihak bisa tumbuh bersama dan saling mendukung untuk mencapai visi menjadi NSO berkelas dunia,” ujar Amalia.

Pada kesempatan ini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, hadir sebagai keynote speaker dan menegaskan nilai strategis kerja sama BPS dan ABS. Rachmat Pambudy menyampaikan, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Australia baru-baru ini serta pertemuan beliau dengan Perdana Menteri Anthony Albanese. 

"Kedua pemimpin kembali menegaskan komitmen memperkuat hubungan bilateral melalui kemitraan yang setara dan saling menguntungkan. Dalam konteks ini, kerja sama antara BPS dan ABS menjadi sangat relevan serta strategis," kata dia.

Rachmat Pambudy juga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar terhadap kualitas data statistik, dan secara rutin mengacu pada indikator-indikator kunci yang dihasilkan BPS seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, pengangguran, statistik perumahan, dan lainnya.

Hadir pula dalam acara tersebut Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Australia's Acting Ambassador to Indonesia, Gita Kamath, serta perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Provinsi Bali. (RO/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya