Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT berkendara dikondisi jalanan licin atau basah, ada kekhawatiran kendaraan akan selip. Apalagi bagi pengendara roda dua, anda bisa bisa terjatuh bila tidak hati-hati.
Selip atau tergelincir merupakan kondisi di mana ban, baik depan atau belakang, mengalami ketidaksamaan kecepatan. Namun kendaraan umumnya dilengkapi dengan ABS untuk mengatasi kondisi itu.
Apa itu ABS? Simak penjelasannya.
Baca juga: Tarikan Motor Berat, Mungkin 7 Hal Ini Penyebabnya
Dilansir dari laman Honda, Anti-lock Brake System (ABS) adalah sistem pengereman pada kendaraan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan berkendara. Sistem ABS, memungkinkan kendaraan tidak selip atau ngepot pada saat kondisi jalanan basah ataupun licin.
Sistem ABS, dikontrol secara hidrolik denga bantuan komputer actuator yang berfungsi untuk mengendalikan tekanan hidrolik menuju ke disc brake caliper. Dengan sistem ini, ketika rem ditarik secara mendadak di jalan licin, akan mencegah roda tidak terkunci atau lepas kendali.
Baca juga: Tren Sepeda Listrik Ramah Lingkungan, Selis Tawarkan Subsidi
Dilansir laman Suzuki, sistem pengereman ABS dapat terjadi, dibantu sensor yang terdapat di dalamnya. Sensor ini, membantu mendeteksi ketika roda mengunci dan mengirimnya ke modulator. Informasi ini, yang kemudian bisa membuat piston rem pada motor untuk mengendurkan tekanan pada minyak rem dari kaliper.
Tekanan pada piston rem akan kembali normal jika penguncian pada roda motor berkurang. Selain itu, peningkatan pada minyak rem juga akan terjadi dalam 15-50 kali per detik. Kendati demikian, terdapat perbedaan cara kerja rem ABS mobil dan motor.
Pada mobil, ketika tuas rem ditarik secara mendadak, sensor akan menyampaikan informasi tersebut kepada kontroler. Dari data itu, kontroler akan memperoleh data dari sensor kecepatan sebelum roda mobil terkunci.
Kemudian, katup ketiga akan bekerja untuk menghalangi tekanan, lalu katup satu akan membuat tekanan pada minyak rem kembali dan meneruskannya ke rem kendaraan. Rem ABS pada mobil, terjadi dengan cepat dan hanya membutuhkan waktu sekitar satu detik, untuk dapat melakukan 15 kali proses.
ABS dilengkapi dengan pelbagai komponen. Komponennya, seperti sensor kecepatan yang berfungsi untuk membaca kecepatan roda dan berada pada bagian roda kendaraan.
Ada tiga katup pengereman, dengan rincian, katup satu, terbuka penuh untuk memaksimalkan tekanan minyak rem yang langsung tersambung dengan rem. Lalu, ada katup kedua yang berfungsi untuk menghalangi tekanan pada minyak rem, agar tidak dilanjutkan ke rem. Katup terakhir, bertujuan menghalangi tekanan dari minyak rem agar hanya setengah saja yang diteruskan pada rem kendaraan.
Komponen terakhir ialah kontroler yang mengolah data yang berasal dari sensor mengenai kecepatan roda pada kendaraan.
(Z-3)
Pemilik kendaraan disarankan untuk rajin melakukan pembersihan secara rutin setiap melakukan servis berkala. Dengan rajin melakukan perawatan, kinerja lebih optimal.
Setelah melintasi banjir, jangan terlalu jalan kencang dan pengemudi disarankan untuk pancing rem mereka agar bisa kering dan cengkeraman bekerja dengan baik kembali.
DIRLANTAS Polda Jatim Kombes Pol Komarudin menegaskan pihaknya melakukan pendalaman guna mengungkap penyebab kecelakaan antara bus pariwisata dan belasan kendaraan bermotor di Kota Batu
Inspeksi sistem pengereman mencakup pemeriksaan kondisi kampas rem serta pengecekan level dan kualitas minyak rem.
Teknologi CBS memudahkan karena saat tuas rem belakang ditekan, otomatis rem depan akan ikut mengerem. Itu bisa terjadi karena tuas rem belakang juga dihubungkan ke rem depan.
Menunda membersihkan sepeda motor usai kehujanan dapat memicu timbulnya jamur hingga korosi pada bagian-bagian vital.
Jika kondisi ini diabaikan, keausan komponen mesin akan dipercepat, performa kendaraan menurun drastis, dan risiko kerusakan serius—termasuk korosi—menjadi sangat tinggi.
Pengendara sepeda motor kadang menghadapi dilema ketika menghadapi hujan dan banjir, apakah harus menghentikan kendaraan atau tetap melanjutkan perjalanan.
SEPEDA motor listrik premium asal Indonesia, Alva, berpartisipasi dalam EICMA, pameran otomotif roda dua terbesar dunia di Milan, Italia.
Faktor borosnya konsumsi bahan bakar dari setiap kendaraan tidak hanya disebabkan oleh cara berkendara saja, melainkan modifikasi di berbagai bagian juga turut memengaruhi.
Pengendara sepeda motor dapat menghemat BBM dengan cara mengendarai motornya secara halus, tidak membejek gasnya secara mendadak ke RPM tinggi,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved