Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Minat Kripto Terus Meningkat, Dinilai tak Lagi Tren Jangka Pendek

Rahmatul Fajri
01/12/2025 19:46
Minat Kripto Terus Meningkat, Dinilai tak Lagi Tren Jangka Pendek
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Tokocrypto, salah satu pedagang aset kripto terkemuka di Indonesia, meluncurkan pembaruan layanan premium Tokocrypto Prestige. Langkah ini diambil menyusul peningkatan signifikan minat investor institusional terhadap aset digital, baik secara global maupun di Indonesia.

Pertumbuhan sektor kripto sepanjang tahun 2025 dengan kapitalisasi pasar global menembus US$4 triliun. Data di Indonesia juga menunjukkan tren positif; nilai transaksi aset kripto mencapai Rp 409,56 triliun pada Januari–September 2025, dengan jumlah investor menembus 18,61 juta konsumen per Oktober 2025 (data OJK).

Indonesia kini berada di peringkat ke-7 Global Crypto Adoption Index 2025, dengan posisi yang menonjol di kategori institusional (peringkat 7) dan Decentralized Finance (DeFi) di peringkat 4.

"Minat institusi terhadap aset digital kini meningkat sangat cepat, baik secara global maupun di Indonesia. Mereka tidak lagi melihat kripto sebagai tren jangka pendek, tetapi sebagai kelas aset strategis yang mampu memberikan diversifikasi dan potensi imbal hasil jangka panjang," ujar Calvin Kizana, CEO Tokocrypto, melalui keterangannya, Senin (1/12).

Pergeseran dari dominasi investor ritel ke adopsi institusional didukung oleh kejelasan regulasi di dalam negeri. Sejak pengawasan dan pengaturan perdagangan aset kripto berpindah dari Bappebti ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK 27/2024, pintu masuk bagi institusi semakin terbuka.

Aturan baru tersebut secara tegas memperbolehkan konsumen non-perseorangan, termasuk badan usaha dan badan hukum, untuk menggunakan layanan perdagangan aset kripto melalui Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD).

Hingga Januari 2025, OJK mencatat terdapat 556 investor institusional yang telah berinvestasi pada aset digital. Di pasar modal, tiga emiten tercatat telah menempatkan sebagian aset mereka dalam aset kripto, yakni PT Eastparc Hotel Tbk (EAST), PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH), dan PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA).

Calvin menambahkan, tren ini sejalan dengan survei global yang menunjukkan bahwa lebih dari 75% investor institusional berencana menambah alokasi dana ke aset digital sepanjang 2025.

"Tren global dan dukungan regulasi di Indonesia menunjukkan bahwa aset digital sudah memasuki fase adopsi institusional yang jauh lebih matang," jelasnya.

Untuk menjawab kebutuhan investor berskala besar yang membutuhkan layanan premium dan terstruktur, Tokocrypto memperkenalkan pembaruan pada layanan Tokocrypto Prestige. Program eksklusif ini ditujukan bagi investor institusional dan pengguna VIP.

"Melalui Tokocrypto Prestige, kami ingin menjawab kebutuhan institusi secara menyeluruh. Bukan hanya menyediakan akses perdagangan, tetapi membangun ekosistem yang mendukung eksplorasi aset digital secara strategis dan terukur," ungkap Calvin.

Layanan Tokocrypto Prestige menyediakan fasilitas premium, antara lain manajer akun pribadi yang profesional, akses prioritas ke produk investasi khusus, biaya transaksi yang lebih kompetitif, dan dukungan operasional 24/7.

Program ini diperkuat oleh penerapan standar kepatuhan yang ketat dan selaras dengan regulasi OJK, memastikan keamanan dan transparansi investasi institusi.

Tokocrypto memproyeksikan tahun 2026 sebagai tahun percepatan bagi adopsi institusional di Indonesia, didorong oleh regulasi yang semakin solid. "Melalui Tokocrypto Prestige, kami berkomitmen mendampingi institusi dalam memanfaatkan peluang ini secara aman, strategis, dan berkelanjutan," tutup Calvin. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya