Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Penghargaan untuk Bahlil Lahadalia, DPR: Jadi Pertanda Transisi Energi Nasional Bergerak Sesuai Visi Presiden

Naufal Zuhdi
26/11/2025 20:10
Penghargaan untuk Bahlil Lahadalia, DPR: Jadi Pertanda Transisi Energi Nasional Bergerak Sesuai Visi Presiden
Anggota Komisi XII DPR RI Jamaludin Malik.(Dok DPR)

ANGGOTA Komisi XII DPR RI Jamaludin Malik memberikan apresiasi atas penghargaan Tokoh Penggerak Transisi Energi pada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Penghargaan itu diberikan pada acara Detikcom Award 2025. Menurutnya, penghargaan tersebut menegaskan bahwa agenda transisi energi nasional mulai bergerak dalam arah yang konsisten dengan visi strategis Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait percepatan pembangunan energi bersih dan penguatan kemandirian energi.

Jamaludin yang berasal dari Fraksi Partai Golkar itu menilai kemampuan Bahlil dalam mengorkestrasi Kementerian ESDM bersama para pemangku kepentingan, pemerintah daerah, BUMN energi, swasta, hingga mitra internasional, menjadi faktor kunci yang mempercepat penerjemahan visi energi Presiden Prabowo ke dalam program implementatif.

“Koordinasi lintas sektor yang solid membuat agenda transisi energi tidak berhenti pada level arahan, tetapi berubah menjadi langkah-langkah eksekusi yang terukur,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Rabu (26/11).

Ia menyoroti percepatan proyek energi baru terbarukan (EBT) sebagai salah satu indikatornya. Dengan meresmikan 55 proyek EBT di 15 provinsi, termasuk PLTP 91,9 MW dan PLTS 27,8 MW, hal ini menjadi bukti bahwa pipeline transisi energi mulai menghasilkan output fisik yang relevan terhadap kebutuhan kapasitas listrik, dekarbonisasi, dan pengurangan ketergantungan energi impor. Menurut Jamaludin, proyek-proyek ini mencerminkan fokus pemerintah untuk membangun fondasi energi yang lebih efisien dan resilien.

Selain itu, program PLTS desa dan kerja sama energi bersih Indonesia–Singapura dinilai sebagai strategi yang sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo untuk memperluas akses energi, meningkatkan daya saing industri, dan membuka peluang perdagangan energi hijau di kawasan. Ia menilai langkah ini mengintegrasikan aspek teknologi, investasi, dan geopolitik energi dalam satu kerangka kebijakan yang komprehensif.

Jamaludin menegaskan bahwa Komisi XII DPR RI akan terus mengawal agar kebijakan transisi energi berjalan dengan pendekatan yang evidence-based dan didukung kepastian regulasi. Ia menekankan pentingnya konsistensi eksekusi, percepatan perizinan, dan integrasi skema pembiayaan hijau agar agenda besar ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan sektor industri.

“Penghargaan ini menunjukkan bahwa visi Presiden Prabowo dalam transformasi energi sudah mulai diterjemahkan menjadi program-program konkrit di lapangan. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh kebijakan berjalan konsisten dan menghasilkan manfaat ekonomi jangka panjang,” tegasnya.

Dirinya juga menyampaikan bahwa momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat roadmap transisi energi nasional, memastikan kapasitas kelembagaan yang memadai, dan menjaga arah pembangunan energi tetap sesuai prioritas strategis pemerintahan.

“Transisi energi adalah pilar penting daya saing Indonesia. Momentum ini harus dijaga dan diperkuat,” tandasnya. (E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya