Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

TNI AD Jaga Kilang Pertamina untuk Cegah Aksi Sabotase

Andhika Prasetyo
26/11/2025 10:45
TNI AD Jaga Kilang Pertamina untuk Cegah Aksi Sabotase
Ilustrasi(Antara)

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Kolonel Infanteri Donny Pramono, menegaskan bahwa penempatan prajurit TNI di kawasan industri strategis, salah satunya kilang minyak Pertamina, bertujuan untuk mencegah potensi sabotase dari pihak mana pun.

“Secara umum, TNI menjalankan fungsi perlindungan terhadap objek vital nasional, pencegahan sabotase, serta penanganan berbagai potensi ancaman terhadap kepentingan negara,” ujar Donny di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, langkah tersebut diperlukan agar industri strategis milik negara dapat beroperasi optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kebijakan itu juga sejalan dengan arahan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, yang menginginkan seluruh aset vital negara dimanfaatkan bagi kepentingan publik. Meski demikian, TNI AD masih menunggu arahan lebih rinci mengenai bentuk dan pola pengamanan di tiap objek vital. Termasuk belum adanya kepastian satuan mana yang akan ditugaskan.

“Nantinya apakah pengamanan dilakukan oleh satuan kewilayahan, satuan tugas tertentu, atau unsur lainnya, semuanya akan diputuskan melalui kebijakan terpusat Mabes TNI,” kata Donny.

Sebelumnya, Menhan Sjafrie menyampaikan bahwa TNI akan terlibat menjaga industri strategis nasional, seperti kilang minyak Pertamina, demi memastikan keamanan aset negara yang berkaitan dengan kedaulatan dan kepentingan nasional.

Sjafrie menambahkan, tugas tersebut memiliki dasar hukum yang jelas sebagai bagian dari operasi militer selain perang, yang tercantum dalam revisi Undang-Undang TNI.

Ia juga menyebut bahwa pengamanan industri strategis menjadi salah satu mandat bagi Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP), yang kini tengah dibentuk di berbagai wilayah. Saat ini, lebih dari 100 BTP telah berdiri, dan pemerintah menargetkan penambahan 150 batalyon setiap tahun.

Dengan pengamanan tersebut, Sjafrie optimistis industri strategis nasional, termasuk Pertamina, dapat beroperasi optimal dan memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat serta ketahanan negara. (Ant/E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya