Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa penurunan konsumsi rumah tangga pada triwulan III 2025 disebabkan oleh faktor musiman, bukan tanda melemahnya daya beli masyarakat. Meskipun konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,89% secara tahunan (year-on-year/yoy), angka ini masih tergolong solid.
"Penurunan ini dipengaruhi oleh siklus musiman. Triwulan III memang tidak memiliki libur panjang seperti di triwulan II," ujar Amalia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/11).
Ia menepis anggapan bahwa daya beli masyarakat melemah. Menurutnya, perbedaan antara triwulan II dan III disebabkan oleh faktor musiman yang memengaruhi pola pengeluaran, seperti libur panjang yang memicu banyak pengeluaran pada triwulan II.
Konsumsi rumah tangga di triwulan III 2025 tercatat tumbuh 4,89% secara tahunan (yoy), sedikit lebih lambat dibandingkan dengan 4,91% pada triwulan yang sama tahun sebelumnya (yoy). (Z-10)
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
BPS Targetkan Verifikasi 106 Ribu Peserta PBI-JKN Penyintas Penyakit Kronis Tuntas Sebelum Lebaran 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperkuat dan memutakhirkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen secara tahunan (year on year/YoY).
BADAN Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa penduduk bekerja pada November 2025 tercatat sebesar 147,91 juta orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved