Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kerap menerima berbagai kritik dari sejumlah pihak terkait kebijakan yang diambilnya. Namun, ia menegaskan seluruh langkah yang diambil bertujuan menjaga keuangan negara tetap aman sekaligus memastikan program ekonomi nasional berjalan optimal.
"Saya sudah dikritik banyak orang, jangan komentari menteri ini-menteri itu. Tapi, sebetulnya saya jaga duit saya biar aman. Sekaligus memastikan program ekonominya berjalan dengan baik," katanya dalam acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Optimism on 8% Economic Growth yang digelar Metro TV di Jakarta, Kamis (16/10).
Bendahara Negara itu menuturkan dirinya memiliki kepentingan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar bisa melampaui angka 5%. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto memberikan target ambisius untuk mencapai pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari capaian saat ini.
"Saya ingin ekonomi tumbuh lebih cepat dari 5%. Mungkin di kisaran 5,5% atau lebih. Kalau bisa lebih tinggi lagi, kata Presiden, saya akan dapat hadiah," selorohnya.
Purbaya menyampaikan, pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2025 tercatat mencapai 5,12%. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan fondasi ekonomi Indonesia cukup kuat di tengah ketidakpastian global.
Namun ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak salah mengambil langkah di tengah menjaga pertumbuhan ekonomi.
"Ketika ekonomi salah urus, pertumbuhannya bisa melambat signifikan. Masyarakat akan merasakan bebannya cukup berkepanjangan, akhirnya turun ke jalan. Dan kalau tidak diperbaiki cepat-cepat (kebijakan pemerintah), demo akan jalan terus," ucapnya.
Lebih lanjut, Menkeu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III akan sedikit melambat, namun optimistis pada triwulan IV akan kembali menguat.
"Triwulan ketiga mungkin turun sedikit, tapi tidak apa-apa. Triwulan keempat saya yakin tumbuh lebih cepat,” ucapnya.
Purbaya juga menambahkan, indikator makroekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi stabil. Inflasi terkendali di level 2,6%, sementara defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 1,56% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Defisit kita masih salah satu yang terendah di antara negara-negara G20," tutupnya.
Sebelumnya, ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengkritik gaya komunikasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menilai, Purbaya perlu memperbaiki cara berkomunikasi politik dan tidak terlalu sering memberikan komentar atas kebijakan kementerian lain.
"Fokuslah pada desain ekonomi besar yang ingin dia bangun untuk mendukung visi Presiden," katanya, Selasa (14/10).
Misbakhun juga mendorong Purbaya agar kebijakan fiskal lebih berpihak pada rakyat, terutama dalam menjaga daya beli dan memperkuat kelas menengah. Salah satu langkah yang disarankannya adalah menurunkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk mendorong konsumsi domestik.
"Saya yang waktu itu mengingatkan supaya (penaikan) PPN ini ditahan benar, kalau perlu PPN kita turunkan kembali ke 10% dan kalau perlu ke 8%," bilangnya. (Ins/E-1)
Hingga akhir tahun 2025, penerimaan pajak baru mencapai 87,6% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Karena coretax berjalan belum sesuai perencanaan awal. Sehingga hal ini justru menyebabkan penerimaan pajak tersendat.
Kebijakan peningkatan belanja pada 2025 sudah berada di jalur yang tepat. Namun, tantangan besar ke depan adalah memastikan efektivitasnya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bonus atlet SEA Games Thailand senilai Rp480 miliar bersumber dari APBN, bukan uang pribadi Presiden. Peraih emas terima Rp1 miliar.
DEFISIT fiskal Indonesia pada 2025 tercatat melebar melampaui target pemerintah, seiring percepatan belanja negara di penghujung tahun dan lemahnya kinerja penerimaan.
Suahasil menyebut bahwa realisasi PNBP 2025 yang mencapai Rp534,1 triliun masih lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi PNBP 2024 tang mencapai Rp584,4 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved