Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibenahi karena ditemukan berbagai persoalan dalam pelaksanaannya. Hal ini disampaikan dalam acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Optimism on 8% Economic Growth yang digelar oleh Metro TV di Jakarta, Kamis (16/10).
Seperti diketahui, salah satu masalah yang menjadi sorotan publik adalah dugaan kasus keracunan makanan dari program MBG di beberapa daerah.
“MBG itu satu program yang sangat baik, tapi pelaksanaannya di sana-sini masih kurang, itu harus kita perbaiki," ujarnya.
Luhut menambahkan, pengelolaan anggaran yang besar mencapai Rp171 triliun juga perlu dilakukan dengan cermat agar memberikan dampak maksimal. Ia mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) agar mengoptimalkan penyerapan anggaran program populis Presiden Prabowo Subianto itu.
Hingga September 2025, BGN tercatat yang paling rendah dengan realisasi penyerapan anggaran baru 16,9% dari total outlook anggaran sebesar Rp116,6 triliun. Dana tersebut sejatinya dialokasikan untuk mendukung program makan bergizi gratis bagi 82,9 juta penerima manfaat.
“Masih ada waktu. Kita harus kejar program ini. Memang (BGN) dipaksa harus belanja dengan benar. Ini harus kita betul-betul dorong agar membelanjakan uang tadi, supaya uang itu berputar," tegasnya.
Di satu sisi, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) itu menegaskan agar BGN tidak hanya fokus pada penyerapan anggaran saja. Menurutnya, program MBG harus mampu membangun ekosistem ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ke depan, ini bukan hanya sekadar menghabiskan uang. Tapi juga harus terbangun ekosistemnya,” ujar Luhut.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan program MBG seharusnya tumbuh kegiatan ekonomi baru, seperti produksi telur, sayur, dan buah-buahan, yang dapat membuka lapangan kerja serta mendorong pemerataan ekonomi.
Menurut Luhut, program MBG memiliki potensi besar untuk menciptakan simpul-simpul ekonomi baru dan mengurangi kemiskinan.
"Dengan begitu, akan ada lapangan kerja, ada pemerataan, dan sebagainya," pungkasnya. (Ins)
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional 47 SPPG hingga hari ke-9 Ramadan 2026. Temuan: roti berjamur hingga telur busuk di menu Makan Bergizi Gratis.
Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan informasi yang beredar terkait besaran alokasi anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Badan Gizi Nasional (BGN) tegaskan informasi pembukaan PPPK Tahap 3 adalah hoaks. Simak klarifikasi resmi dan cara cek pendaftaran asli di sini.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
MBG juga menjadi motor ekonomi kerakyatan melalui kepastian pasar bagi UMKM dan dapur mitra, penyerapan produk lokal, serta penciptaan lapangan kerja baru di daerah.
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya berdampak pada asupan gizi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga di sekitar lokasi pelaksanaan.
Pernyataan Dadan itu menjawab adanya narasi yang menyebut anggaran besar MBG berasal dari pos pendidikan, pos kesehatan dan pos bantuan pemerintag di lembaga kementrian lain.
Tindakan itu dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah evaluasi menyusul ditemukannya kasus-kasus menonjol.
Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan informasi yang beredar terkait besaran alokasi anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya berdampak pada asupan gizi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga di sekitar lokasi pelaksanaan.
Hasil penelitian Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menunjukkan, mayoritas orang tua merasakan adanya perbaikan pola konsumsi anak setelah adanya program MBG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved