Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh tidak akan menggunakan dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
“Whoosh itu masalahnya apa sih? Itu kan cuma restrukturisasi saja. Siapa yang minta APBN? Tak ada yang pernah minta APBN,” ujar Luhut dalam acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: Optimism on 8% Economic Growth yang digelar Metro TV di Jakarta, Kamis (16/10).
Menurut Luhut, penyelesaian kewajiban utang proyek tersebut akan dilakukan melalui skema restrukturisasi yang saat ini sedang dinegosiasikan dengan pihak Tiongkok.
Proyek KCJB dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), perusahaan patungan antara konsorsium BUMN melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dengan konsorsium perusahaan perkeretaapian Tiongkok, Beijing Yawan HSR Co. Ltd. Adapun komposisi kepemilikan KCIC adalah 60% PSBI dan 40% Beijing Yawan, dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pimpinan konsorsium PSBI.
"Restrukturisasi ini sudah dibicarakan dengan Tiongkok," ucapnya.
Ia kemudian mengakui sejak awal dirinya turut menangani proyek tersebut, kondisi keuangannya saat itu sudah tidak baik. Setelah dilakukan audit bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), pihak Tiongkok akhirnya bersedia melakukan restrukturisasi sebagai langkah untuk memperbaiki struktur pendanaan proyek tersebut.
Diketahui bahwa, proyek KCJB diinisiasi pada 2015 dan pembangunan fisiknya dimulai pada 2016. Proyek yang menjadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara, menelan biaya sekitar US$7,2 miliar atau setara Rp119,38 triliun (asumsi kurs Rp16.581). Dari jumlah tersebut, US$1,2 miliar di antaranya atau Rp19,9 triliun merupakan pembengkakan biaya (cost overrun).
"Saya yang dari awal mengerjakan itu. Karena saya terima sudah busuk gitu barang, kemudian kita coba perbaiki, kita audit dengan BPKP. Kemudian kita berunding dengan Tiongkok," ucapnya.
Ia menambahkan, proses restrukturisasi sempat tertunda akibat pergantian pemerintahan. Saat ini, pemerintah akan menerbitkan aturan berupa keputusan presiden (Kepres) untuk pembentukan tim negosiasi restrukturisasi pembayaran utang KCJB. Luhut bersama timnya akan terlibat dalam tim tersebut.
“Tadi pagi saya tanya, tinggal nunggu Kepres saja. Saya juga sudah koordinasi dengan Pak Rosan,” ujarnya.
Ke depan, kata Luhut, pembayaran utang akan dilakukan secara bertahap atau dicicil setelah restrukturisasi disepakati. Ia juga menekankan proyek transportasi publik di seluruh dunia umumnya tidak sepenuhnya menguntungkan secara finansial dan kerap membutuhkan subsidi pemerintah.
“Nanti dari situ kita cicil supaya proyek bisa jalan. Tapi ingat ya, tidak ada transportasi publik di dunia ini yang menguntungkan. Selalu banyak subsidi pemerintah,” tegasnya.
Luhut pun mengimbau semua pihak agar tidak berspekulasi atau membuat komentar tanpa data yang jelas mengenai proyek tersebut.
“Kadang saya tidak mengerti, ada saja yang bilang nanti diganti dengan proyek di Laut China Selatan. Apa lagi itu? Kalau tidak tahu datanya, sebaiknya jangan komentar dulu. Cari datanya dulu baru bicara,” pungkasnya. (H-3)
Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengatakan proyek kereta cepat Whoosh hingga ke Jawa Timur menunggu restrukturisasi keuangan Kereta Cepat Jakarta Bandung
PT KCIC menyesuaikan jadwal perjalanan KA Cepat Whoosh selama 22 hari mulai 19 Februari hingga 12 Maret 2026 akibat pekerjaan pemindahan kabel SUTT 150 kV di jalur Padalarang–Tegalluar.
Penjualan tiket Whoosh diprediksi akan terus bertambah dan diperkirakan dapat melampaui 23 ribu penumpang hingga malam nanti, seiring tingginya mobilitas saat libur Natal 2025.
lembaga negara didesak menindaklanjuti dugaan mark up proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh yang sebelumnya diungkapkan oleh mantan Menko Polhukam Mahfud MD.
GENERAL Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa turut buka suara menjawab pernyataan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal proyek Whoosh.
KPK menegaskan tetap melanjutkan penyelidikan dugaan korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh meski Presiden Prabowo Subianto tanggung jawab utang Whoosh
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyiapkan berbagai langkah operasional dan pelayanan untuk menghadapi periode Angkutan Lebaran 2026.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pastikan restrukturisasi utang Whoosh rampung. Keputusan final kini ada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Cek selengkapnya!
Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengatakan proyek kereta cepat Whoosh hingga ke Jawa Timur menunggu restrukturisasi keuangan Kereta Cepat Jakarta Bandung
Sebanyak 574 personel, termasuk penguatan dari KAI Group, telah menuntaskan proses handover sebesar 80%.
Danantara menargetkan negosiasi utang proyek KCIC Whoosh dengan China selesai kuartal I-2026. Skema restrukturisasi disebut masih 50:50.
PT KCIC menyesuaikan jadwal perjalanan KA Cepat Whoosh selama 22 hari mulai 19 Februari hingga 12 Maret 2026 akibat pekerjaan pemindahan kabel SUTT 150 kV di jalur Padalarang–Tegalluar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved