Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp70 triliun anggaran MBG karena serapan rendah. BGN menjadi salah satu institusi pemerintah dengan anggaran terbesar yakni Rp116,6 trilun setelah Kementerian Pertahanan (247,5 triliun) dan Polri (Rp138,5 triliun).
Namun, hingga September 2025, serapan anggaran BGN hanya 16,9% atau Rp19,7 triliun. Serapan rendah tersebut mencerminkan program MBG tidak berjalan maksimal.
Ketua DPP NasDem yang juga anggota Komisi IX DPR Irma Chaniago menyampaikan kekhawatiran bahwa hal serupa akan terjadi tahun depan.
Ia pun menyebut yang dilakukan Kepala BGN Dadan Hindayana untuk mengembalikan anggaran yang tidak terserap bukan sesuatu yang istimewa. Menurutnya, anggaran yang tidak terserap memang akan otomatis kembali ke pemerintah pada akhir Oktober 2025.
"Sebetulnya jika sampai akhir Oktober tidak terserap, maka anggaran Rp 70 T itu akan menjadi SILPA (sisa pagu anggaran) dan secara otomatis dana tersebut kembali ke pemerintah (Menkeu) karena tidak mungkin juga direlokasi ke kementerian dan program lain. Sisa waktu kerja kan cuma tinggal 1 bulan dan Desember sudah tutup buku," kata Irma
DPR RI sebelumnya juga sudah mewanti-wanti terkait rendahnya serapan anggaran BGN.
Anggota Komisi IX DPR RI Gamal menyoroti minimnya penyerapan dan kemungkinan risiko year-end-loss pada saat pemaparan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rapat dengar pendapat Komisi IX bersama dengan Kepala Badan Pengawas Obat dan makanan (BPOM) dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Gamal menyoroti rendahnya penyerapan anggaran yang hanya 18,6 persen. Menurutnya, kondisi seperti ini dapat memicu year-end-loss atau belanja tergesa pada akhir tahun yang akan berdampak pada kualitas layanan.
“Bagaimana strategi BGN untuk mengakselerasi penyerapan tanpa menurunkan kualitas?” tanyanya di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (15/9).
Ia juga mengingatkan potensi terjadinya praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), mengingat belanja barang yang mencapai 97,7 persen yang berdampak langsung pada puluhan juta masyarakat. Gamal memberi contoh kasus penyalahgunaan dana desa yang banyak menyeret kepala desa agar dijadikan pelajaran dalam pengelolaan anggaran BGN.
"Selain itu, ia meminta agar BGN menetapkan indikator yang jelas dan terukur, mulai dari target penurunan stunting, peningkatan literasi gizi, hingga penerapan standar halal.
“Dengan anggaran yang besar, perlu ada pembuktian nilai tambah yang nyata,” ujarnya. (E-4)
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa tidak ada standar menu nasional dalam program pemberian makanan bergizi gratis (MBG).
BADAN Gizi Nasional (BGN) telah mengembalikan Rp70 triliun anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) karena serapan rendah.
KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) mencatat tiga kementerian/lembaga (K/L) masih memiliki tingkat penyerapan anggaran di bawah 50% hingga akhir September 2025.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
BGN menargetkan peningkatan kualitas layanan Program Makan Bergizi (MBG) pada 2026 melalui penerapan akreditasi dan sertifikasi bagi seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
MBG menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved