Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa tidak ada standar menu nasional dalam program pemberian makanan bergizi gratis (MBG).
Adapun yang ditetapkan oleh BGN adalah standar komposisi gizi. Menunya diracik oleh ahli gizi berbasis kompetensi sumber daya lokal dan kesukaan masyarakat lokal. Dan untuk menu MBG ini harus senilai Rp10 ribu per paket/orang.
Hal itu ditegaskan Dadan saat memberikan arahan di acara Konsolidasi Nasional untuk Peningkatan Tata Kelola MBG di Wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, (13/10).
Untuk itu kepada satuan pemenuhan pelayanan gizi (SPPG) untuk bekerja dan memberikan pelayanan yang terbaik, mengeluarkan makanan yang berkualitas.
"Maksimalkan bahan baku Rp10 ribu, tidak usah diirit karena tidak ada gunanya. Keluarkan biaya operasional semaksimal mungkin,"kata Dadan.
Dia menjelaskan dengan dana Rp10 ribu terdiri dari ayam, telur dan susu.
Selain penekanan untuk penggunaan anggaran Rp10 ribu untuk menu MBG, BGN juga menginstruksikan agar pemberian insentif, honor, dan pembayaran gaji dilakukan secara tepat.
"Seluruh pendidik dan tenaga pendidikan harus dikasih honor, pendamping BKKBN juga harus dikasih honor, agar seluruhnya bahagia," ucapnya.
"Enggak usah ragu-ragu dengan biaya operasional karena BGN akan bayar karena sifatnya etos," pungkasnya. (DD/E-4)
Pernyataan Dadan itu menjawab adanya narasi yang menyebut anggaran besar MBG berasal dari pos pendidikan, pos kesehatan dan pos bantuan pemerintag di lembaga kementrian lain.
Tindakan itu dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah evaluasi menyusul ditemukannya kasus-kasus menonjol.
Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan informasi yang beredar terkait besaran alokasi anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya berdampak pada asupan gizi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga di sekitar lokasi pelaksanaan.
Hasil penelitian Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menunjukkan, mayoritas orang tua merasakan adanya perbaikan pola konsumsi anak setelah adanya program MBG.
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan anggaran bahan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp8–10 ribu per porsi. Sisa anggaran dialokasikan untuk operasional dan fasilitas SPPG.
BGN menegaskan anggaran Makan Bergizi Gratis atau MBG sebesar Rp10.000 bukan Rp15.000 per porsi, ujar Nanik S Deyang
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti memastikan bahwa Anggaran Pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan signifikan.
Presiden Prabowo menyatakan dana MBG bersumber dari hasil efisiensi dan penghematan terhadap praktik belanja negara yang selama ini tidak produktif dan rawan
Anggaran Rp20 triliun yang disiapkan Danantara kepada MBG akan digunakan untuk membiayai para peternak ayam pedaging dan petelur
Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi Kepala BGN, Dadan Hindayana, yang mengembalikan Rp70 triliun anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) karena tidak terserap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved