Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman membantah anggapan pemerintah memonopoli bahan bakar minyak (BBM). Pernyataan ini disampaikan menanggapi keluhan terkait dorongan agar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta membeli BBM dari Pertamina, menyusul terjadinya kekosongan stok di SPBU swasta dalam sebulan terakhir.
Menurut Dirjen Migas ESDM Laode Sualeman, pemerintah justru sudah memberikan keleluasaan kepada SPBU swasta dengan menetapkan kuota impor BBM hingga 110 persen dibandingkan tahun 2024. “Kalau monopoli, tidak mungkin diberikan kuota impor 110 persen, kan? Gimana sih,” ujarnya di Kementerian ESDM.
Ia menjelaskan, kekurangan pasokan BBM di SPBU swasta dapat dipenuhi melalui Pertamina. “Bukan berarti Pertamina memiliki kelebihan stok. Tetapi kekurangan SPBU swasta bisa diambil dari Pertamina,” tambahnya.
Laode juga mengungkapkan pihaknya telah memanggil perwakilan SPBU swasta bersama Pertamina Patra Niaga untuk membahas persoalan tersebut. Dalam rapat itu, dibahas berbagai isu dan langkah sinkronisasi antara SPBU swasta dan Pertamina.
“Tadi pagi saya sudah koordinasi dengan Dirut Pertamina. Insya Allah sore ini kami akan mengirim surat ke Pertamina Patra Niaga untuk menindaklanjuti hasil rapat kemarin,” jelasnya.
Dengan begitu, lanjut Laode, kebijakan pemenuhan kekurangan pasokan BBM SPBU swasta melalui Pertamina dapat segera diimplementasikan. Namun, sejauh ini SPBU swasta belum mengajukan permintaan resmi ke Pertamina. “Mereka masih melakukan analisis internal di masing-masing perusahaan,” pungkasnya.
Alokasi Kuota BBM SPBU Swasta
Dalam kesempatan sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan pemerintah telah memberikan alokasi kuota bahan bakar minyak (BBM) kepada seluruh perusahaan swasta yang mengoperasikan SPBU.
Kuota tersebut bahkan dinaikkan sebesar 110% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan pada 2024 mendapat jatah 1 juta kiloliter, maka pada 2025 kuotanya menjadi 1,1 juta kiloliter. Namun, Bahlil mengatakan pemerintah tidak bisa memberikan tambahan kuota BBM swasta.
"Kalau mau minta lebih, ini kan menyangkut dengan hajat hidup orang banyak. Ini cabang-cabang industri. Kalau mau lebih silahkan berkolaborasi dengan Pertamina," tegas Politikus Partai Golkar itu. "Jangan sampai kebutuhan energi yang menyangkut cabang-cabang produksi dan hajat hidup orang banyak hanya diserahkan kepada mekanisme pasar,” pungkasnya. (M-1)
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadahlia mengatakan akan menyetop impor solar untuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta di 2026.
Bahlil menyebut proyek kilang minyak terbesar di Indonesia itu sempat mengalami berbagai hambatan serius. Salah satunya insiden kebakaran yang membuat penyelesaiannya molor.
INSTITUTE for Essential Services Reform (IESR) menyoroti capaian rata-rata lifting minyak bumi (termasuk Natural Gas Liquid/NGL) pada 2025 sebesar 605,3 ribu barrel per hari.
Kebijakan ini merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto yang telah menyetujui mandatori campuran etanol sebesar 10% (E10).
Kementerian ESDM menargetkan uji coba program mandatori campuran bahan bakar nabati (BBN) biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 50% (B50) pada BBM jenis solar dapat terealisasi pada 2026.
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan produksi batu bara Indonesia pada 2026 dipangkas menjadi kisaran 600 juta ton.
PT Shell Indonesia akhirnya mencapai kesepakatan dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk membeli 100 ribu barel bahan bakar minyak (BBM)
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) BP-AKR dan Vivo telah kembali menyediakan stok Bahan Bakar Minyak (BBM), utamanya untuk BBM dengan Ron 92.
Pemerintah memastikan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) asing tidak akan hengkang dari Indonesia di tengah isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) swasta.
SEJUMLAH negara di dunia semakin agresif mendorong penggunaan etanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) untuk menekan emisi karbon dari sektor transportasi.
PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa mereka tidak mengambil keuntungan dari kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang saat ini dialami oleh sejumlah SPBU milik swasta.
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan kerja sama antara Pertamina dan pihak swasta dalam penyediaan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan terus berjalan tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved