Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) menggencarkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga keterjangkauan harga dan stabilitas pasokan pangan.
GPM sendiri merupakan instrumen stabilisasi pangan hasil kolaborasi lintas sektor dari berbagai unsur seperti pemerintah provinsi dan kabupaten/kota melalui Dinas Pangan, BUMN pangan seperti Bulog, ID Food, dan PTPN, serta para pelaku usaha di sektor pangan, termasuk asosiasi peternak, gapoktan, UMKM, dan pelaku distribusi lainnya.
"Kerja bersama ini menunjukkan nyata bahwa penyediaan pangan yang merata dan terjangkau adalah komitmen bersama. Bila kegiatan ini terus dilaksanakan secara masif, masyarakat akan semakin mudah mengakses bahan pangan sesuai kebutuhannya, dengan harga yang wajar dan kualitas yang terjamin," ujar Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi.
Sejak awal Januari hingga 30 Juli 2025, total pelaksanaan GPM mencapai 4.692 kali yang tersebar di 82 titik di pusat, 1.102 titik di provinsi, dan 3.508 titik di kabupaten/kota. Hal ini mencerminkan langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta mendukung daya beli masyarakat.
Arief mengatakan, pelaksanaan GPM ini akan terus dimasifkan dengan menggandeng berbagai unsur dengan tujuan agar stabilitas pangan nasional dapat terwujud secara kontinu.
Pelaksanaan GPM, lanjut Arief, juga sejalan dengan arahan Presiden yang menekankan ketahanan pangan harus menyentuh langsung ke masyarakat dan harus tersedia dalam kualitas yang baik serta harga terjangkau.
"Kami berharap kolaborasi lintas sektor untuk gerakan pangan murah ini semakin kuat dan semakin masif di seluruh wilayah agar tujuannya adalah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan" pungkas Arief.
Sementara itu, Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widirian mengatakan, GPM berfungsi memperpendek rantai pasok pangan, memungkinkan produsen seperti petani, peternak, dan UMKM menjual langsung ke konsumen akhir, sehingga harga bisa ditekan jauh di bawah harga pasar.
"Seperti disampaikan dari laporan berbagai titik yang melaksanakan GPM hari ini, karena rantai distribusinya pendek, harga di lapangan tidak jauh dari harga produksi di hulu. Ini penting agar masyarakat menerima harga terbaik sekaligus berkontribusi dalam pengendalian inflasi," terang Rachmi.
"GPM ini kalau kita perhatikan kembali, ternyata tidak hanya sekadar bisa menyediakan pangan dengan harga yang terjangkau, tapi ini juga bisa menjadi ajang untuk promosi para produsen, baik itu petani, peternak, UMKM yang punya produk-produk unggulan mereka untuk disampaikan, dijual kepada masyarakat dengan harga jual yang menguntungkan," tambahnya.
Di sisi lain, manfaat kehadiran GPM nyata dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi. Seperti disampaikan Bu Sri dan Pak Mugiman, pasangan lansia yang berbelanja di lokasi GPM yang digelar di Studio Alam TVRI, Depok.
"Sebagai ibu rumah tangga, saya sangat senang dengan harga-harga yang ditawarkan di GPM ini. Sangat terjangkau," tutur Bu Sri.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu kami. Semoga bisa sering digelar, karena sangat bermanfaat, terutama untuk mendapatkan kebutuhan pokok seperti beras SPHP, sayur, dan lainnya," lanjut Mugiman. (Fal/E-1)
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan beras ke pasar tetap berjalan, meskipun beberapa ritel modern sempat mengalami kekosongan beras premium.
KEPALA Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengungkapkan bahwa pemerintah akan menyalurkan stimulus bantuan pangan pada akhir Juni sampai dengan awal Juli mendatang.
Kepolisian Daerah (Polda) bekerjasama dengan Bulog Kalsel menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 13 kabupaten/kota di Kalsel.
Beras SPHP dijual Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram. kemudian gula pasir Rp15 ribu per kilogram, minyakkita 2 liter Rp25 ribu, telur ayam 10 butir 10 ribu rupiah atau 1.000 per butir.
Program GMPÂ tersebut diikuti 35 kabupaten/koya di Provinsi Jawa Tengah secara serentak untuk menjaga stabilitas harga komoditas pangan.
Gerakan Pangan Murah berlangsung pada 4–11 Maret 2026 di delapan titik kabupaten dan kota di Sulteng.
Warga membeli beras dan sayuran saat Gerakan Pangan Murah (GPM) di Eks Terminal Muncang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Peluncuran GPM serentak telah dimulai sejak 9 Februari 2026 dan akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved