Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA 2024 pemerintah gagal membawa masuk investasi sebesar Rp1.500 triliun. Aturan yang tumpang tindih hingga bertumpuknya perizinan disebut menjadi faktor yang mempengaruhi kegagalan tersebut.
“Kita menemukan angka di tahun 2024, itu angka realisasi investasi itu, itu sekitar Rp1.500 mungkin tembus ke angka Rp2.000 triliun. Unrealisasi investasi, kenapa? Karena persoalan-persoalan seperti perizinannya, iklim investasinya yang tidak kondusif, berbagai macam kebijakan tumpang tindih dan lain-lain,” ujar Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu Kamis (3/7).
Banyaknya minat calon penanam modal untuk berinvestasi di sektor pertambangan disebut menjadi faktor lainnya yang menyebabkan aliran modal sebesar Rp1.500 triliun gagal mendarat di Tanah Air.
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menuturkan, sektor pertambangan merupakan salah satu primadona tujuan investasi bagi investor. Namun dibalik peluang yang besar itu, terdapat sejumlah hal yang menyebabkan potensi investasi justru menguap.
“Kesiapan kita pada sektor mining itu belum begitu kuat. Terutama dari masalah di tingkat lahan, belum clear and clean,” kata dia saat dihubungi, Minggu (6/7).
Hal kedua yang menyebabkan investor berpikir ulang untuk menanamkan modalnya di Indonesia ialah kurangnya dukungan kebijakan pemerintah. Kompleksitas yang tinggi di sektor pertambangan mendorong tebalnya lapisan regulasi yang membuat para calon investor kesusahan untuk melakukan penanaman modal.
Selain itu, hal ketiga yang dinilai menyebabkan gagalnya investasi masuk ke Tanah Air ialah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama di sektor pertambangan yang masih cukup rendah. Ini mendorong investor membawa tenaga kerja asing dan itu berlawanan dengan keinginan pemerintah yang mengharapkan penyerapan tenaga kerja domestik.
“(SDM) kita tidak begitu siap. Karena supply dari SDM kita itu dengan sektor-sektor ini tidak bisa dilakukan dalam kurun waktu relatif cepat. Dia harus bikin sekolahnya dulu, kemudian bikin metode pelatihan dan sebagainya. Kita kan pendidikan dan pelatihan di lembaga-lembaga formal sedikit sekali menyiapkan seperti itu,” jelas Tauhid.
Di samping tiga masalah utama tersebut, lanjutnya, terdapat persoalan lain yang menjadi pertimbangan calon investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia, yaitu perihal rantai pasok. Kendati pemerintah kerap menggaungkan ekosistem rantai pasok yang kuat di dalam negeri, namun realisasinya belum cukup menjanjikan.
Tauhid juga menilai potensi untuk gagalnya investasi masuk ke Indonesia tetap terbuka setiap tahunnya. Itu karena sejauh ini pemerintah belum mengeluarkan kebijakan yang baru dari pemerintahan sebelumnya. Para pembuat kebijakan terkait investasi juga relatif sama dari pemerintahan sebelumnya.
“Dengan menteri yang sama, sebenarnya tidak ada perubahan yang signifikan. Nah memang baru sekarang dilakukan identifikasi regulasi-regulasi yang redundant, dan sebagainya, tetapi itu belum tuntas. Itu yang kemudian menjadi masalah karena kan ujung-ujungnya masing-masing punya dasar undang-undang yang cukup kuat Perubahannya itu ada di undang-undang,” tutur Tauhid. (H-3)
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman menanggapi optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa rupiah akan menguat dalam dua pekan ke depan.
INSTITUTE for Development of Economics and Finance (Indef) menyebut sejauh ini dampak konflik AS-Venezuela terhadap rupiah masih bersifat sentimen jangka pendek, bukan fundamental.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
EKONOM Indef Ariyo Irhamna mendesak pemerintah memperketat pengawasan dan penegakan aturan impor, menyusul memburuknya kondisi industri tekstil nasional.
Inflasi pada Oktober 2025 tercatat meningkat tak terduga setelah Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK).
SURPLUS neraca perdagangan Indonesia mulai menyempit di tengah tekanan impor. Hal ini seiring dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat neraca perdagangan September 2025 surplus.
Lonjakan harga emas dunia yang menembus level psikologis USD 4.700 per troy ons dipicu oleh pernyataan kontroversial Presiden AS Donald Trump.
PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) memperkuat perannya dalam mendorong arus investasi Korea Selatan ke Indonesia.
Bitcoin (BTC) adalah aset digital terdesentralisasi berbasis blockchain. Pelajari cara kerja, cara mendapatkan, serta risiko Bitcoin sebelum berinvestasi.
BNI Private, layanan eksklusif perbankan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, mendorong pengelolaan kekayaan yang tidak hanya berorientasi pada imbal hasil finansial.
Agar rencana investasi Anda tidak sekadar menjadi wacana, diperlukan langkah-langkah strategis yang terukur untuk membangun portofolio yang bertumbuh sepanjang tahun.
PT OCBC Sekuritas Indonesia bersama PT Inovasi Finansial Teknologi resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved