Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Koperasi (Kemenkop) menyatakan optimistis bahwa target pembentukan 80.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih akan tercapai. Hingga 23 Mei 2025, tercatat sebanyak 40.000 desa telah menyelenggarakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang menjadi prasyarat utama pembentukan dan pengesahan koperasi.
Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menyampaikan, dari 12 wilayah pendampingan, Provinsi Jawa Tengah mencatat jumlah tertinggi dengan 7.564 desa dari total 8.563 desa telah menggelar Musdesus.
"Kita optimistis target pembentukan 80.000 Kopdes/Kel Merah Putih dapat tercapai sebelum 12 Juli 2025. Tidak perlu lagi ada ketakutan, kecurigaan, atau keraguan terhadap program ini," ujar Budi Arie dalam keterangan resmi, Jumat (23/5).
Capaian ini, sambung dia, merupakan hasil kerja keras Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih, Koordinator Wilayah, dan pemerintah daerah. Kolaborasi lintas sektor ini akan terus diperkuat untuk mendorong percepatan pembentukan Kopdes/Kel di seluruh desa.
"Hampir separuh desa dan kelurahan telah bermusyawarah. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap koperasi sebagai fondasi ekonomi desa," tegasnya.
Selain Jawa Tengah, Jawa Barat juga mencatat capaian tertinggi kedua dengan 74,70% desa telah menggelar Musdesus yang kemudian diikuti wilayah Sumatra Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung dengan capaian 84,47%.
Namun, ia tidak menampik bahwa ada beberapa wilayah di Indonesia Timur seperti Papua, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan yang masih menunjukkan angka rendah, di bawah 2%. Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa wilayah-wilayah tersebut akan mendapat perhatian khusus.
"Wilayah yang tertinggal akan kita dorong secara lebih masif melalui pelatihan, pendampingan, serta sinergi dengan pemda dan tokoh adat setempat,” tuturnya. (Fal/E-1)
Kehadiran Kopdes dan Kopkel memberikan kesempatan bagi koperasi di tingkat lokal untuk memperkenalkan program dan produk secara langsung kepada masyarakat.
Kegiatan KDKMP hadir secara langsung di tengah bazar pasar rakyat dengan menjual berbagai bahan pokok kebutuhan sehari-hari seperti beras premium, beras SPHP subisidi
Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menjadi ekosistem ekonomi yang baru.
Peletakan batu pertama pembangunan fisik Koperasi Kelurahan Merah Putih di Sokoduwet, Kecamatan Pekalongan Selatan, menjadi tonggak penting dimulainya pembangunan ekonomi desa.
Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi (LPDB Koperasi) menegaskan komitmennya untuk menjadi motor penguatan ekosistem pembiayaan bagi Koperasi Desa Merah Putih.
Pengurus Kopdes/Kel Merah Putih harus mampu mengidentifikasi potensi usaha dalam menjalankan usaha koperasi melalui kerja sama kemitraan dengan BUMN dan swasta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved