Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA memiliki potensi besar menjadi pemain utama dalam industri halal global. Ini mengingat besarnya populasi muslim yang dimiliki dan kapasitas unggul dalam berbagai sektor industri halal seperti makanan dan minuman halal, farmasi halal, dan kosmetik halal.
"Pengembangan industri halal diharapkan dapat membantu Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2028-2029,” kata Sekjen Kementerian Perindustrian Eko S A Cahyanto dalam forum internasional bertajuk Halal Across Borders: A Global Dialogue On Faith, Business, And Sustainability, di Jakarta.
Pada forum yang digelar Kementerian Perindustrian bersama PT Surveyor Indonesia ini melibatkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) serta perwakilan kedutaan besar berbagai negara. Turut hadir yakni, Direktur Sertifikasi Halal BPJPH Yanis Naini dan Direktur Utama PT Surveyor Indonesia Sandry Pasambuna.
Dirut PT Surveyor Indonesia Sandry Pasambuna menyampaikan pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor guna memastikan proses sertifikasi halal dilakukan secara terpercaya serta memenuhi standar nasional dan internasional.
Melalui acara ini, lanjut Sandry, pihaknya ingin mendorong pemahaman lebih luas tentang pentingnya jaminan halal, tidak hanya bagi umat Muslim, tapi juga sebagai bentuk perlindungan konsumen secara universal.
"Konsumen Indonesia berhak atas produk yang sesuai syariah, aman, dan berkualitas, baik dari dalam negeri maupun impor,” ujar Sandry.
Ia mengatakan sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang diakui, PT Surveyor Indonesia terus bertransformasi memperkuat proses pemeriksaan halal dengan mengedepankan integritas dan akuntabilitas publik. Sandry juga menekankan peluang Indonesia jadi pusat halal dunia harus dimanfaatkan melalui peningkatan kepercayaan dan kolaborasi global.
“Di balik setiap produk halal, terdapat kepercayaan, keberkahan, dan peluang besar menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia. Ini saatnya memperkuat ekosistem halal secara inklusif dan berdaya saing."
Ia berharap forum ini jadi upaya strategis menjawab tantangan dalam pengawasan produk halal impor dan memastikan semua produk yang beredar di pasar Indonesia memenuhi ketentuan dan standar halal nasional.
"Kami juga berharap semua pemangku kepentingan, pemerintah, industri, dan masyarakat internasional, dapat terus bersinergi dalam membangun ekosistem halal yang tangguh dan terpercaya demi mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang berbasis nilai," pungkas Sandry.
Dalam kegiatan ini, dilakukan juga diskusi mendalam terkait industri halal global dan sistematika regulasi nasional, serta dampaknya pada ekonomi berkelanjutan bersama Prof Irwandi Jaswir (ahli industri halal), Yanis Naini dan Nanda Fauziyana yang mewakili BPJPH, dan Fairuz Luthfiyah Azzahrini (representatif LPH PT Surveyor Indonesia). Juga hadir, perwakilan dari Kedutaan Prancis, Spanyol, Peru, Kanada, Korea Selatan, Selandia Baru, Singapura, Britania Raya, Uni Emirat Arab, Australia, Uni Eropa, Jerman, dan Meksiko. (H-2)
Hingga saat ini, lebih dari 10 juta produk telah bersertifikat halal dan beredar dengan jaminan keamanan, kebersihan, serta kehalalan.
PT KAI telah membantu penerbitan 100 Nomor Induk Berusaha (NIB), 100 Izin PIRT, dan 100 Sertifikat Halal untuk UMKM binaan.
Produsen dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan food tray program MBG. Kapasitas produksi industri nasional saat ini mencapai sekitar 10 juta unit per bulan atau 100 juta unit per tahun.
Data yang dikumpulkan meliputi profil pesantren atau madrasah penerima MBG, jenis dan kriteria bahan makanan, pembelian bahan, hingga sampai pendistribusian.
kewajiban sertifikasi halal, termasuk bagi produk usaha mikro dan kecil (UMK), akan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
KESADARAN masyarakat Indonesia sebagai pasar Muslim terbesar di dunia terhadap pentingnya memilih produk kesehatan yang bersertifikasi halal terus menguat.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempertegas komitmennya dalam mendukung daya saing pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) sektor perikanan melalui penguatan ekosistem halal.
Tujuan utama dari kesepakatan ini adalah membangun sinergi yang kuat, harmonisasi program, dan kolaborasi yang efektif dalam melaksanakan sosialisasi, edukasi, dan promosi bidang JPH.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal, kehalalan kini tak lagi sekadar syarat, melainkan menjadi simbol kualitas, keamanan, dan tanggung jawab moral.
produk-produk halal memiliki potensi besar untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di kancah global.
Ia menjelaskan, secara global, halal sudah menarik bukan di negara muslim saja, tapi sudah menyasar ke negara non muslim seperti Tiongkok, Jepang, Rusia bahkan negara-negara Eropa
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved