Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyambangi Pasar Jaya Tomang Barat bersama dengan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq untuk memastikan ketersediaan pasokan dan harga pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H.
Pria yang akrab disapa Busan itu menyampaikan bahwa harga minyak goreng Minyakita yang ditemukan pasar tersebut dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp15.700 per liter.
"Minyakita tadi harganya sesuai HET Rp15.700. Memang ternyata di setiap pasar tidak sama. Ada yang di atas HET, ada yang masih sama dengan HET, contohnya tadi masih sama dengan HET," ucap Busan, Jumat (14/3).
Selain menemukan Minyakita yang dijual sesuai HET, ia mengatakan bahwa ukuran Minyakita yang ditemukan di Pasar Jaya Tomang Barat juga sesuai dengan takaran.
"Dan ukurannya normal, 1 liter. Jadi kami berharap pasokan tetap ada dan kalau kita lihat tadi pasokan juga penuh, tidak ada yang kurang. Jadi kita harap sampai lebaran dan seterusnya terutama menjelang lebaran ini pasokan cukup, harga terkendali," bebernya.
Selain itu, Busan akan menggandeng pemerintah daerah untuk memonitor ketersediaan dan harga pangan yang stabil menjelang Lebaran kali ini.
Selain harga Minyakita yang sesuai HET, Busan juga menemukan bahwa harga daging sapi yang dijual di Pasar Jaya Tomang Barat berada di rentang harga Rp130.000 per kilogram.
"Tadi lihat daging sapi juga harganya ada yang Rp130.000. Padahal harga acuannya Rp140.000, berarti (harga di pasar ini) masih di bawah harga acuannya. Tadi menurut pedagang juga pasokan tidak pernah terlambat, jadi pasokan terjamin dan harga terjangkau. Mudah-mudahan masyarakat bisa menikmati lebaran dengan damai dengan harga-harga yang terjangkau," tandasnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan stok minyak goreng Minyakita menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H.
"Yang kemarin kami sampaikan bahwa akhir November terus ke Desember, saat persiapan Nataru, itu (Minyakita) kita perketat pengawasannya terutama agar barangnya ada, harganya terjangkau. Nah itu kita teruskan sampai dengan lebaran ini jangan sampai barang tidak ada, ada kecurangan atau hal-hal yang kita tidak inginkan itu jangan sampai terjadi," tutur Busan.
Untuk melakukan pengetatan pengawasan Minyakita, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menggandeng Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri, pemerintah daerah dan juga kementerian/lembaga terkait lainnya. (E-4)
Menurut dia, sangat tidak masuk akal jika Permendag 8/2024 yang baru mulai berlaku 17 Mei silam, bisa menjadi penyebab matinya perusahaan tekstil nasional.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Untuk pembelian MinyaKita, satu konsumen dibatasi maksimal 12 liter atau satu karton.
Holding Perkebunan PTPN III melalui subholding PTPN IV PalmCo memastikan kesiapan pasokan minyak goreng nasional guna menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan jelang Lebaran.
Update harga pangan di Pasar Induk Kramat Jati per 18 Februari 2026. Harga cabai rawit merah mulai turun ke Rp80.000/kg jelang Ramadan 1447 H.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur mendesak kepada produsen untuk menambah pasokan minyak goreng khususnya MinyaKita.
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved