Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di industri pertahanan, seperti PT Dirgantara Indonesia (DI) dan PT Pindad mulai menjajal pasar komersial. Direktur Utama PT DI Gita Amperiawan mengatakan, pihaknya telah menandatangi sejumlah kontrak penjualan pesawat N-219 secara komersial, baik untuk pasar dalam maupun luar negeri.
"Di tahun ini PT DI mulai melakukan strategi dan proyek komersial. Di dalam Indonesia-Africa Forum yang lalu kita sudah berkontrak N-219 untuk Kongo, itu untuk komersial," terangnya di Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/2).
Kongo, sambung Gita, memesan setidaknya 5 unit pesawat N-219. Pesawat tersebut, lanjutnya, codok untuk kondisi lapangan terbang dengan runway sepanjang kurang dari 1 km dan tak beraspal.
"N-219 ini memang dirancang untuk mampu melayani itu selain memiliki dua engine yang lebih aman untuk menyeberangi lautan, kepulauan, dan sebagainya sebagai penerbangan perintis," terangnya.
Meski sudah masuk ke pasar komersil, Gita menegaskan bahwa mayoritas konsumen produk PT DI tetap TNI.
Sementara itu, PT Pindad juga berencana mengomersialisasikan mobil Maung. Saat ini, Pindad masih fokus menyiapkan produksi Maung yang bakal digunakan oleh para menteri Kabinet Merah Putih. Rencananya, produksi Maung untuk menteri dimulai dalam waktu dekat.
Untuk pasar komersial, Direktur Teknik dan Pengembangan PT Pindad, Prima Kharisma, mengatakan bahwa pihaknya mempersiapkan sejumlah sertifikasi sebelum dijual ke masyarakat, baik dari Kementerian Perhubungan maupun Balai Pengujian Laik Jalan & Sertifikasi Kendaraan Bermotor.
"Setelah ini bisa selesai, sertifikasi untuk pasar sipilnya, nanti akan bisa ekspansi pasarnya yang lebih luas. Mungkin tahap awal memang di Kementerian dulu, nah setelah itu baru ada ekspansi pasar yang lebih luas" jelasnya. (Tri/M-3)
"Ya kita dengan senang hati sebenarnya, ini adalah bentuk kebanggaan terhadap produk Indonesia ya, Pindad lah. Presiden kan juga sehari-hari pakai mobil Maung kan,"
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran pengadaan mobil Maung untuk menteri dan wamen sudah siap, namun realisasi menunggu kesiapan PT Pindad.
Hal itu ia ungkapkan menanggapi wacana rencana penggunaan kenadaraan dinas hasil produk dalam negeri untuk para menteri, wakil Menteri, dan pejabat setingkat eselon I.
11 kendaraan dinas untuk menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselon I.
Prasetyo mengatakan belum ada keputusan siapa saja jajaran pemerintahan yang akan menggunakan mobil dinas maung. Menurutnya hal itu juga menyesuaikan dengan kapasitas produksi.
Pemerintah bersiap melakukan intervensi strategis di sektor tekstil nasional menyusul kolapsnya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu pemain terbesar industri tekstil.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, inisiatif pemerintah untuk mendirikan BUMN tekstil merupakan langkah yang tepat dan strategis.
Kritik Prabowo itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.
Fokus utama kajian dari Anisha adalah penegasan posisi BUMN sebagai entitas hukum terpisah (separate legal entity) yang tetap mengemban mandat konstitusional demi kemakmuran rakyat.
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan kritik keras kepada jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) lantaran terlalu lama menerapkan praktik pengelolaan yang merugikan negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved