Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Abemas Multitech resmi mengumumkan pelaksanaan Factory Acceptance Test (FAT) lokal untuk Function Test pertama dalam rangka penyediaan Gas Compressor Package untuk PT Pertamina. Proses FAT itu sukses dilakukan dalam proyek Pengadaan LP Gas Compressor Package untuk Pembangunan Fasilitas Produksi Lapangan Akasia Bagus (ABG) oleh PT Pertamina EP di Regional 2 Zona 7.
Direktur Utama PT Abemas Multitech Rully Andalusia Abbas mengungkapkan, proses FAT itu merupakan yang pertama kali dilakukan di Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sehingga bermanfaat untuk mendukung kemandirian industri nasional, khususnya di sektor minyak dan gas.
"Kami sangat bangga karena bisa menjadi bagian dari langkah besar yang mendukung hadirnya kemandirian industri di dalam negeri. Langkah ini pun ternyata disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk PT Pertamina EP. Kami sama-sama berkomitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan TKDN dan memperkuat industri nasional," kata Rully dalam keterangan tertulis, Jumat (7/2).
FAT merupakan serangkaian pengujian yang dilakukan di lokasi workshop PT Abemas Multitech sebelum peralatan dikirim ke lokasi proyek. Tujuannya untuk memastikan setiap peralatan berfungsi dengan baik dan memiliki spesifikasi teknis yang memenuhi standar.
Proses itu biasanya dilakukan di luar negeri, seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Singapura, terutama untuk Unit Control Panel (UCP) berbasis PLC. Namun, untuk pertama kalinya FAT Function Test dilakukan sepenuhnya di dalam negeri, tepatnya di Kabupaten Tangerang yang merupakan lokasi dari area workshop PT Abemas Multitech.
"Dengan adanya FAT ini, PT Abemas Multitech berharap dapat menjadi contoh bagi industri lain dalam menerapkan pengujian teknologi tinggi di dalam negeri, sehingga semakin banyak perusahaan yang mampu melakukan pengujian secara mandiri tanpa harus bergantung pada fasilitas luar negeri," cetus Rully.
Sementara itu, Wakil Bupati terpilih Kabupaten Tangerang, Intan Nurul Hikmah, turut memberikan dukungan untuk pelaksanaan FAT lokal pertama kali di Indonesia tersebut.
"Ini menjadi bukti bahwa daerah yang kami tempati ini memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni untuk menjadi pusat pengujian teknologi. Selain itu, artinya juga kami turut berperan penting dalam mendukung pertumbuhan industri nasional," tutur Intan.
Maka dari itu, dirinya berharap PT Abemas Multitech yang mendukung operasional PT Pertamina EP di Tangerang tersebut bisa membuka peluang lebih luas lagi bagi perkembangan sektor manufaktur dan teknologi di wilayah Kabupaten Tangerang. (Fal/E-2)
Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor mempertanyakan urgensi pengadaan pikap 4x4 untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, menyoroti regulasi, dan keekonomian.
Kebijakan pelaksanaan proyek offshore saat ini belum sepenuhnya mendorong penguatan industri nasional.
Ekonom senior Didik J. Rachbini dari Indef menilai rencana impor 105 ribu kendaraan niaga pick-up dari India berisiko melemahkan industri otomotif nasional dan neraca perdagangan.
Kadin Indonesia mendesak Presiden Prabowo Subianto membatalkan rencana impor 105.000 kendaraan niaga dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih.
SKK Migas menegaskan komitmennya memperkuat penggunaan barang dan jasa dalam negeri di sektor hulu minyak dan gas bumi.
Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong peralihan menuju produksi semikonduktor yang bernilai tambah tinggi dan membuka peluang ekonomi baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved