Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MESIN pencari Google Search pada Sabtu sore menunjukkan masalah pada hasil pencarian nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang menunjukkan level Rp8.170,65 untuk 1 dolar AS. Masyarakat di Tanah Air menjadi ramai dan heboh dengan hal tersebut hingga Bank Indonesia juga ikut menanggapi.
Pada Jumat (31/1), nilai tukar rupiah (kurs) pada penutupan perdagangan hari itu melemah 49 poin atau 0,30 persen menjadi Rp16.305 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.257 per dolar AS.
Pencarian di media sosial juga menjadi heboh dengan berita tersebut. Banyak yang menunggu penjelasan mengenai perubahan tersebut, yang diduga akibat ada eror di sistem pencarian Google atau Google Search.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan pada level Rp16.312 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.259 per dolar AS.
Sementara itu, situs Longforecast.com mengabarkan bahwa status rupiah berada pada level Rp16.254 per dolar AS. Perbedaan hasil pencarian terhadap kata kunci nilai tukar juga terjadi pada mata uang lain, salah satunya euro. Hasil Pencarian Google Search menunjukkan nilai tukar berada pada level Rp 8.348,50 alih-alih Rp16.889.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Google di Indonesia mengatakan sedang mengecek kejadian tersebut. Mereka masih belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai perubahan itu.
Sementara itu, Bank Indonesia mengatakan, bahwa nilai tukar Rupiah yang tertera di Google Search bukan nominal yang tepat.
"Level nilai tukar USD/IDR Rp 8.100an sebagaimana yg ada di google bukan merupakan level yang seharusnya. Data Bank Indonesia mencatat Kurs Rp16.312 per dolar AS pada tanggal 31 Januari 2025. Kami sedang berkoordinasi dengan pihak Google Indonesia terkait ketidaksesuaian tersebut untuk segera dapat melakukan koreksi yang diperlukan," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso. (Ant/Z-9)
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Komisi XI DPR RI segera menyelenggarakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk calon deputi gubernur Bank Indonesia (BI).
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu 21 Januari 2026, bergerak menguat 1 poin atau 0,01% menjadi Rp16.955 per dolar AS.
Arus modal portofolio asing kembali mengalir ke pasar keuangan Indonesia seiring menyempitnya selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Menkeu Purbaya optimistis rupiah menguat meski sempat menyentuh Rp16.955. Simak kaitan IHSG ATH dan isu independensi BI dalam berita ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved