Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengaku berupaya menstabilkan rupiah di tengah ketidakpastian global dan menguatnya dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang garuda masih bertengger di kisaran Rp16.300 per dolar AS.
"Komitmen kami di Bank Indonesia terus memastikan rupiah itu stabil. Tentu ini sejalan dengan mata uang regional di tengah tekanan dolar yang terus kuat," ujar Perry dalam Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2024 secara daring, Rabu (22/1).
Berdasarkan data BI, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga 14 Januari 2025 melemah sebesar 1,00% point to point (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024. Perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dikatakan relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti rupee India, peso Filipina, dan baht Thailand yang masing-masing melemah sebesar 1,20%, 1,33%, dan 1,92%.
Untuk menstabilkan rupiah, Perry menjelaskan seluruh instrumen moneter akan terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro market melalui optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI) dan lainnya . Langkah ini untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi portofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
"Komitmen kami untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar, baik melalui intervensi di pasar spot, kemudian juga di forward maupun pemberian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar global," jelasnya.
Selain itu, untuk menguatkan sinergi kebijakan fiskal dan moneter, BI telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk melakukan mekanisme debt switching atau mengonversi utang jangka pendek menjadi jangka panjang. Utang jatuh tempo yang bakal dibayarkan pemerintah di tahun ini mencapai Rp100 triliun.
"Kami bersama Ibu Menteri Keuangan sudah menyepakati di tahun ini BI akan melakukan pembelian SBN dari pasar sekuler, termasuk debt switching dari SBN pembiayaan covid-19 jatuh tempo tahun ini kurang lebih Rp100 triliun," pungkasnya. (Z-11)
Nilai tukar mata uang Rupiah hari ini 20 Maret 2026 bergerak di zona merah, mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS akibat tekanan global.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini 19 Maret 2026 bergerak fluktuatif di level Rp16.900-an. Cek juga harga emas Antam yang menguat hari ini.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi fluktuatif pada 18 Maret 2026 usai BI menahan suku bunga di 4,75%. Cek harga kurs terbaru di sini.
Nilai tukar rupiah ditutup stagnan Rp16.997 per dolar AS hari ini (17/3). Cek hasil RDG Bank Indonesia terkait BI-Rate dan dampak pernyataan dovish Gubernur BI.
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Kurs rupiah hari ini 17 Maret 2026 menguat ke Rp16.965 per dolar AS. Pasar menanti pengumuman BI Rate di tengah tensi geopolitik Timur Tengah.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah hari ini (12/3/2026) melemah 0,34% ke level Rp16.906 per Dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs terbaru di sini.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa di Jakarta bergerak menguat 63 poin atau 0,37% menjadi Rp16.886 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, dibuka melemah 58 poin atau 0,34% menjadi Rp16.930 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.872 per dolar AS.
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.848 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 25 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.848. Ketidakpastian global menjadi pemicu utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved