Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM hitungan waktu beberapa jam ke depan, Indonesia bakal memasuki Tahun Baru 2025. Sikap optimisme yang tinggi siap menyambutnya dengan dibarengi kerja keras.
Meski tantangan ekonomi global masih membayangi, semangat kebangkitan dan daya juang bangsa Indonesia bakal tetap berkobar.
Melalui pidato Tahun Baru-nya, Presiden Prabowo Subianto berkeyakinan akan kemampuan Indonesia untuk melewati berbagai hambatan dan mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Sebab, di tahun 2024 mengajarkan kita banyak hal, khususnya tentang pentingnya adaptasi dan inovasi menghadapi situasi ketidakpastian,” ujar Kepala Negara.
Sikap optimisme itu bakal menjadi pendorong dalam menghadapi tantangan yang ada. “Namun, saya percaya dengan kerja keras, kolaborasi serta semangat gotong royong, kita mampu membangun Indonesia lebih maju dan sejahtera pada 2025 dan seterusnya,” tutur Presiden Prabowo.
Dalam hal itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 5,2% yoy pada 2025. Ini perlu didukung beberapa sektor unggulan seperti pariwisata, digital ekonomi, dan industri manufaktur.
Termasuk berbagai program strategis pun disiapkan untuk mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Kepala Staf Kepresidenan Letjen TNI (Purn) AM Putranto mengatakan pemerintah bakal terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi makro, termasuk mengendalikan inflasi dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
“Jadi, kita bakal fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pengembangan infrastruktur dan pengembangan ekonomi hijau untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan,” tegas Putranto dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/12) malam.
Sikap optimisme juga datang dari pengusaha dan ekonom muda, Eric Syafutra. Ia meyakini iklim investasi di Indonesia semakin membaik dan potensi ekonomi Indonesia masih sangat besar.
“Kalau bicara soal tantangan, sudah pasti ada. Tetapi, kita harus melihatnya sebagai peluang untuk lebih berinovasi dan terus mengembangkan bisnis kita,” katanya, di Jakarta, Senin (30/12).
Menurut Eric, di tengah perayaan Tahun Baru 2025, suasana optimisme tampak menyelimuti berbagai lapisan masyarakat. Bahkan, masyarakat Indonesia pun menyambut tahun 2025 dengan harapan akan terwujudnya kesejahteraan dan kemajuan bangsa.
“Mereka juga percaya dengan kerja keras dan semangat kebersamaan, Indonesia akan mampu mencapai cita-cita sebagai negara maju dan makmur serta sesuai dengan Astha Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menuju Indonesia Emas 2045 mendatang,” pungkas Eric. (H-2)
Kemenkeu terus berupaya mengoptimalkan instrumen fiskal untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% seperti dicanangkan Presiden Prabowo hingga 2029 mendatang.
KETUA Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menilai target pertumbuhan ekonomi 5,4% dalamĀ Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.
PEMERINTAH merevisi target pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi di kisaran 4,7% hingga 5,0%.
PRESIDEN Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional dapat mencapai 8 persen selama masa pemerintahannya.
Mendag diharapkan dapat menjabarkan grand-design dan peta jalan yang dapat berkontribusi maksimal pada pencapaian target pertumbuhan ekonomi.
Zakat berpotensi menjadi "APBN kedua" yang fokus pada perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
Pemerintah telah menyiapkan delapan strategi dan satu langkah kebijakan untuk mendorong ekonomi tumbuh 8% berkelanjutan.
RPJMN 2025-2029 memuat program prioritas pemerintah, dari makan bergizi gratis hingga swasembada pangan, yang harus diprioritaskan dalam penggunaan anggaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved