Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
GENERASI muda, baik itu milenial maupun Gen Z sebaiknya mempertimbangkan memiliki rumah mulai dari sekarang. Ada beberapa alasan penting yang berkaitan dengan aspek ekonomi, sosial, dan masa depan.
Tidak hanya sebagai hunian, rumah sering dianggap sebagai aset yang berharga untuk masa depan. Rumah berpotensi mengalami peningkatan nilai seiring waktu, terutama jika berada di lokasi strategis.
Selain itu, rumah dapat menjadi jaminan keuangan atau sumber pendapatan melalui penyewaan. Seiring berjalannya waktu, nilai rumah bisa lebih stabil dibandingkan dengan investasi lainnya.
Sayangnya milenial dan Gen Z yang sudah memiliki pekerjaan tetap atau cukup mapan dalam segi finansial, cenderung mengabaikan hal tersebut. Kebanyakan mengutamakan pengalaman hidup, seperti traveling, pendidikan, atau pengembangan diri dibandingkan investasi properti. Menurut Survei Jajak Pendapat tahun 2024, generasi muda saat ini cenderung menyewa dibandingkan memiliki hunian.
Lika Aprilia Samiadi, Vice President of Marketing dari Rukita, mengatakan peningkatan tren sewa rumah di kalangan generasi muda disebabkan oleh gaya hidup yang cenderung lebih instan faktor mobilitas ke tempat kerja.
"Kita juga melihat banyak generasi muda sekarang itu nggak mau ribet. Jadi kalau di rumah sendiri itu mungkin harus cuci baju sendiri. Karena generasi muda itu banyak aktivitasny. Jadinya, nggak ada waktu urus domestik (rumah) gitu. Jadi itu yang buat mereka nyaman gitu," ujar Lika dalam Talk Show bertajuk 'Pergeseran Tren Hunian di Kalangan Milenial dan Gen Z' yang digelar Rukita di Kuningan City, Jakarta, Rabu (04/12).
Lantas, apa saja manfaat bagi milenial dan Gen Z jika sudah memiliki rumah atau tempat hunian sendiri? Berikut ulasannya.
Properti cenderung mengalami apresiasi (peningkatan nilai) seiring berjalannya waktu. Dengan membeli rumah lebih awal, milenial dapat memanfaatkan potensi kenaikan harga properti. Semakin cepat membeli rumah, semakin besar potensi keuntungan yang bisa diperoleh jika mereka memutuskan untuk menjualnya di masa depan.
Harga sewa rumah atau apartemen biasanya meningkat setiap tahun, yang dapat menjadi beban finansial dalam jangka panjang. Dengan memiliki rumah sendiri, milenial dapat menghindari ketergantungan pada biaya sewa yang terus meningkat, dan memiliki kontrol lebih besar terhadap biaya tempat tinggal mereka.
Membeli rumah adalah investasi jangka panjang yang dapat memberikan keamanan finansial di masa depan. Dengan memiliki rumah, milenial atau Gen Z tidak hanya mendapatkan tempat tinggal yang stabil, tetapi juga aset yang dapat digunakan sebagai sumber kekayaan di masa depan.
Memiliki rumah memberikan rasa kemandirian finansial. Dengan cicilan rumah yang tetap, jika menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), milenial dapat merencanakan keuangan mereka. Tidak perlu khawatir tentang kenaikan harga sewa atau perpindahan tempat tinggal setiap beberapa tahun.
Di beberapa negara, pemilik rumah dapat memperoleh manfaat pajak, seperti pengurangan bunga KPR atau potongan pajak terkait kepemilikan properti. Ini dapat mengurangi beban finansial dan meningkatkan nilai properti sebagai investasi.
Dengan membayar cicilan KPR, milenial secara bertahap membangun ekuitas (nilai kepemilikan) di properti mereka. Ini berbeda dengan menyewa, di mana uang yang mengikat untuk sewa tidak menghasilkan kepemilikan atau ekuitas.
Memiliki rumah dapat memberikan rasa stabilitas dan ketenangan pikiran, karena tidak perlu khawatir tentang peraturan pemilik rumah atau keputusan pemilik properti untuk tidak memperpanjang sewa. Ini juga memberikan ruang lebih untuk merencanakan masa depan, seperti berkeluarga atau membuka bisnis.
Jika milenial membeli rumah lebih awal, mereka mungkin dapat mengunci suku bunga KPR yang lebih rendah. Suku bunga cenderung naik seiring waktu, jadi membeli rumah ketika suku bunga rendah bisa mengurangi biaya cicilan bulanan mereka dalam jangka panjang.
Memiliki rumah memberi kebebasan untuk mendesain dan menata ruang sesuai keinginan. Hal ini memungkinkan milenial menciptakan rumah yang nyaman dan sesuai dengan gaya hidup mereka, tanpa dibatasi oleh aturan penyewa atau pemilik properti.
Dengan memiliki rumah sejak dini, generasi muda dapat mengurangi beban biaya tempat tinggal saat pensiun. Tanpa cicilan rumah atau sewa, mereka akan memiliki lebih banyak penghasilan untuk tabungan pensiun atau kebutuhan lainnya di masa tua.
Milenial harus mempertimbangkan tantangan dalam membeli rumah, seperti harga properti yang tinggi, cicilan KPR, dan stabilitas finansial. Oleh karena itu, penting memiliki perencanaan keuangan yang matang dan mempertimbangkan kemampuan membeli rumah berdasarkan pendapatan dan pengeluaran saat ini.
Secara keseluruhan, membeli rumah lebih awal dapat memberikan berbagai keuntungan jangka panjang, meskipun ada tantangan yang harus dihadapi. Namun, dengan perencanaan yang baik, milenial dapat memperoleh manfaat signifikan dari kepemilikan rumah di masa depan. (Z-3)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan produk BSI Tabungan Umrah sebagai strategi menangkap lonjakan minat beribadah ke Tanah Suci di kalangan generasi milenial dan Gen Z.
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Milenial dan Gen Z kian sulit punya rumah di kota. GPA 2025 hadir jadi tolok ukur kredibilitas properti dengan standar ketat dan transparan.
Segmen pasar menengah saat ini menjadi target pasar yang menjanjikan. Hal ini didorong oleh dominasi end-user, khususnya generasi milenial, Gen Z, serta pasangan muda.
Strategi utama SOCO adalah menyatukan pengalaman belanja, ulasan terpercaya, dan komunitas aktif dalam satu aplikasi.
Dalam unggahannya, Arie Untung menjelaskan betapa hebatnya berada di generasi milenial. Hal tersebut dikarenakan banyak generasi milenial yang menjadi saksi sejarah hidup.
Motivasi tersebut muncul karena Gen Z belajar dari pengalaman beban finansial atau kesalahan pengelolaan keuangan yang dilakukan generasi orangtua mereka di masa lalu.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan produk BSI Tabungan Umrah sebagai strategi menangkap lonjakan minat beribadah ke Tanah Suci di kalangan generasi milenial dan Gen Z.
DOSEN FISIP Universitas Indonesia (UI) sekaligus pengamat politik, Cecep Hidayat, mengatakan, mengapresiasi gaya komunikasi Sekretariat Kabinet (Setkab) Letkol Teddy Indra Wijaya.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Tren fragrance elitism menunjukkan bahwa konsumen tidak lagi hanya mencari wangi yang enak, melainkan makna emosional dan nilai personal dari sebotol parfum.
Dirjen Polpum Kemendagri, Akmal Malik mendorong agar rumah ibadah di Indonesia tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved