Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan kondisi pasar dan ekonomi global maupun domestik pada 2023 banyak mengalami gejolak dan kejutan, namun tetap memberikan perkembangan positif di sektor pasar modal. Hal itu terlihat dari minat masyarakat untuk berinvestasi yang masih tinggi.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan investor pasar modal yang terdiri dari investor saham, obligasi, dan reksa dana meningkat sebesar 1,85 juta investor menjadi 12,16 juta investor pada tahun lalu.
Jakpat melakukan survei terhadap 2.088 responden di seluruh Indonesia tentang tren investasi, baik bagi mereka yang sudah memiliki maupun yang berencana untuk berinvestasi.
Hasil survei menunjukkan bahwa 3 dari 4 orang pernah memiliki investasi. Lebih detail, 83% dari pemilik ini mengelola produk investasi mereka secara rutin dengan perhiasan sebagai produk yang paling banyak dikelola dengan persentase 30%.
Produk lain yang juga digemari adalah logam mulia/tabungan emas (21%) dan properti (17%). Sementara, 16% responden rutin mengelola reksa dana dan 13% mengelola saham.
"Setiap tahun selalu ada pertumbuhan positif jumlah investor di produk pasar modal, baik saham maupun reksa dana. Pertumbuhan paling besar terjadi pada segmen investor muda. Walaupun investor muda ini masih mendominasi, namun penguasaan asetnya tidak sebesar investor dari segmen usia yang lebih matang," ujar Head of Research Jakpat, Aska Primardi.
Terkait awal mula, 43% responden mengaku mulai berinvestasi di usia 20-an. Sementara yang lain mulai berinvestasi di usia 30-34 tahun dengan persentase 20%. Lalu, 44% orang sudah berinvestasi selama lebih dari 2 tahun, sedangkan 1 dari 5 orang mulai rutin berinvestasi selama kurang dari 6 bulan.
Berbicara soal sumber dana investasi, hampir 60% responden menyatakan berasal dari gaji. Sumber lainnya adalah tabungan (53%) dan bonus (46%). Lebih dari 50% orang menginvestasikan 10-30% dari pendapatan mereka tiap bulan.
"Minat yang tinggi untuk berinvestasi tampaknya juga diikuti dengan literasi yang cukup tentang investasi. Hal ini terlihat dari besarnya alokasi dana investasi dari total pendapatan bulanan yang tidak terlalu besar, namun yang penting hal ini rutin dilakukan setiap bulan. Selain itu tampaknya mereka juga dapat memisahkan mana uang panas dan mana uang dingin yang bisa dipakai untuk investasi," tutur Aska.
Lebih dari 40% responden mendapatkan informasi terkait produk-produk investasi dari rekomendasi orang-orang terdekat, seperti keluarga, teman, atau kerabat. Beberapa lainnya dari sosial media seperti akun Youtube tidak resmi seperti para profesional atau reviewer (27%) dan website resmi penyedia produk investasi (26%).
Selain tabungan emas, platform penyedia investasi yang juga banyak digunakan adalah reksa dana (16%) dan mata uang kripto/cryptocurrency (13%). Saham dan obligasi/sukuk ritel/Surat Berharga Nasional (SBN) juga diminati.
Bibit merupakan platform yang paling banyak digunakan untuk investasi digital, yaitu untuk reksa dana (62%), saham (46%), dan obligasi (62%).
Di sisi lain, layanan keuangan digital DANA juga umum digunakan sebagai platform investasi yakni pada tabungan emas (30%) dan reksa dana (23%). (Z-1)
Galeri investasi ini merupakan langkah strategis dalam mempercepat akses keuangan di daerah sekaligus memperluas edukasi pasar modal kepada masyarakat, khususnya mahasiswa.
Nasabah tidak perlu ramai-ramai datang ke BPR Bank Cirebon. Mereka diminta untuk menyiapkan dokumen persyaratan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan pelajar usia 15-17 tahun, yang masih berada di bawah angka nasional.
RATUSAN nasabah terlihat mendatangi Perumda BPR Bank Cirebon. Mereka menanyakan nasib uang yang sudah disimpan di perusahaan milik Pemda Kota Cirebon.
Mensesneg Prasetyo Hadi berharap panitia seleksi mampu menjaring pimpinan OJK yang kompeten dan memahami ekosistem jasa keuangan demi menjaga stabilitas pasar.
OJK menegaskan komitmennya menindak pelanggaran pasar modal secara konsisten untuk menjaga integritas pasar dan melindungi investor.
IHSG hari ini Selasa (10/2/2026) dibuka melemah tipis namun berbalik melonjak 1% ke level 8.115. Simak analisis MSCI dan pergerakan saham BUMI di sini.
Bursa Efek Indonesia dan KSEI telah mengajukan beberapa inisiatif kepada MSCI yang selaras dengan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan BEI dijadwalkan kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan MSCI pada 11 Februari 2026.
Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons pengumuman Moody’s yang menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif sambil mempertahankan peringkat Baa2.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada pekan ini (periode 2-6 Februari 2026).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved