Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa masih adanya ketidakadilan dalam hilirisasi, khususnya nikel.
Misalnya, dana bagi hasil (DBH) yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah sangatlah kecil. Sebagai contoh, Bahlil menyebut bahwa di Halmahera Tengah, satu kawasan industri bisa menghasilkan Rp12,5 triliun dari nikel. Akan tetapi, pemerintah pusat hanya membagikan kepada kabupaten sebesar Rp1,1 triliun dan Rp900 miliar kepada pemerintah provinsi.
Oleh karena itu, Bahlil pun membeberkan setidaknya tiga solusi untuk mengatasi ketidakadilan dalam hilirisasi nikel.
"Yang pertama, solusi untuk pemerintah daerah, kita harus membuat aturan atau merubah aturan untuk DBHnya diberikan secara proporsional. Jangan hasil kekayaannya diambil, yang didapatkan oleh negara dan apa yang diberikan kepada daerah tidak berimbang," ucap Bahlil di Sidang Promosi Doktor Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/10).
Dengan diberikannya DBH yang lebih profesional, daerah-daerah dipercaya bisa membangun infrastruktur-infrastruktur seperti infrastruktur ekonomi, kesehatan, bahkan sampai pendidikan.
"Bayangkan kalau kita memakai asumsi 12,5 triliun, kalau kita kasih 30% saja, itu kan kurang lebih sekitar 4-5 T dia bisa dapat. Nah itu cukup untuk daerah bisa melakukan akselerasi," beber Bahlil.
Solusi kedua, Bahlil lebih menekankan kepada pengusaha-pengusaha di daerah. Pengusaha di daerah harus diberikan kesempatan, dan ia berharap tidak adanya monopoli dalam hilirisasi nikel.
"Waktu saya jadi Menteri Investasi, kami membuat itu menjadi Permen, tapi rasanya tidak cukup. Harus kita berbentuk perpres, dan diputuskan berapa supaya mengikat. Supaya apa? Karena investasi itu kan, yang ideal itu kan, adalah begitu masuk, dia menciptakan latar belakang pekerjaan, meningkatkan pertumbuhan, orang daerah ini harus muncul. Di sini bagian daripada tujuan kita berbangsa, bernegara, berkeadilan," tegasnya.
Solusi ketiga, Bahlil pun menekankan pentingnya penegakan aturan terhadap lingkungan.
"Lingkungan ini aturannya udah bagus, dari A sampai Z. Tapi eksekusinya, pengawasannya, yang belum kuat. Kedepan kami berpikir, untuk segera ada Gakkum, di Kementerian-Kementerian Pengelola Sumber Daya Alam. Kami sekarang di Kementerian ESDM, kami mengusulkan ada Gakum, supaya yang main-mainnya diselesaikan saja di situ," pungkasnya. (S-1)
Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch Ferdy Hasiman menekankan pentingnya sikap netral dan berbasis fakta dalam mengevaluasi dugaan pelanggaran hukum di industri tambang nikel.
Kepala Pusat Makroekonomi Indef, M Rizal Taufikurahman, menjelaskan faktor global dan domestik yang memicu masuknya dana asing ke sektor nikel dan tambang logam Indonesia.
Harga nikel dunia di LME melonjak tajam menembus US$17.900 per ton pada Selasa (6/1). Rencana Indonesia memangkas kuota produksi 2026 jadi pemicu utama.
PT Mitra Murni Perkasa (MMP) dan Mitsui & Co Ltd resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal menjalin kolaborasi strategis dalam pemasaran high grade nikel matte.
Pertambangan nikel yang telah operasional selama 2,5 tahun dan banyak membawa manfaat dalam mensejahterakan masyarakat Suku Kawei.
Serangkaian temuan penting terkait praktik pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara menjadi sorotan utama.
Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan ketahanan energi Indonesia saat ini berada dalam kondisi mengkhawatirkan.
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan mengeluarkan regulasi terkait penetapan Harga Pokok Minimum (HPM) timah dalam waktu dekat.
UPAYA Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) dalam menertibkan aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) memasuki babak baru.
Kebijakan ini merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto yang telah menyetujui mandatori campuran etanol sebesar 10% (E10).
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan produksi batu bara Indonesia pada 2026 dipangkas menjadi kisaran 600 juta ton.
Lampaui Target, Lifting Minyak Bumi 2025 Capai 605,3 Ribu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved