Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
BLOCKCHAIN merupakan kombinasi teknologi seperti algoritma matematis, kriptografi, dan enkripsi-dekripsi yang membentuk sistem distributed ledger yang kita kenal sekarang. Dalam operasionalnya, blockchain terdiri dari beberapa lapisan dengan fungsi berbeda-beda, yang dikenal sebagai blockchain layer.
Dikutip dari Pintu Academy, sistem layer dalam blockchain bertujuan untuk menjaga desentralisasi, kecepatan, dan keamanan jaringan. Ada lima lapisan utama dalam arsitektur blockchain, yaitu lapisan infrastruktur dan perangkat keras, lapisan data, lapisan jaringan, lapisan konsensus, dan lapisan aplikasi. Setiap lapisan berperan penting untuk memastikan jaringan blockchain beroperasi secara efisien.
Lapisan infrastruktur mencakup perangkat keras yang mengoperasikan jaringan, seperti node yang terhubung secara desentralisasi. Lapisan data menyimpan informasi transaksi dan blok yang diverifikasi melalui tanda tangan digital. Lapisan jaringan memungkinkan komunikasi antara node, sementara lapisan konsensus bertanggung jawab atas validasi blok baru. Terakhir, lapisan aplikasi mencakup protokol dan teknologi yang langsung berinteraksi dengan pengguna, seperti smart contract.
Baca juga : Aplikasi DeFi untuk Pemula
Selain arsitektur layer, istilah layer juga digunakan untuk mengkategorikan blockchain berdasarkan fungsinya, seperti Layer 0, Layer 1, Layer 2, dan Layer 3.
Layer 0 adalah fondasi teknologi yang memungkinkan blockchain lain dibangun di atasnya, seperti Polkadot dan Cosmos. Layer 1 adalah blockchain mandiri seperti Bitcoin dan Ethereum yang beroperasi dengan sistem desentralisasi. Layer 2, seperti Polygon dan Arbitrum, dibangun di atas Layer 1 untuk meningkatkan skalabilitas dan mengurangi biaya transaksi. Layer 3 mencakup aplikasi terdesentralisasi yang beroperasi di atas Layer 1 atau Layer 2, seperti UniSwap dan AAVE.
Dengan memahami struktur dan fungsi layer ini, akan lebih mudah memahami bagaimana blockchain bekerja. (Z-1)
Volatilitas pasar adalah ukuran statistik yang menilai seberapa banyak dan seberapa cepat harga sebuah aset, seperti forex atau kripto, berubah dalam periode waktu tertentu.
Harga bitcoin (BTC) jatuh ke level US$60.000 pada Februari 2026. Simak analisis penyebab, dampak likuidasi US$1,8 miliar, dan strategi investasi DCA.
Growth Manager OKX Wallet, Ferry, menyatakan bahwa konsistensi perilisan PoR merupakan bukti stabilitas sistem yang mereka bangun di tengah dinamika pasar kripto.
PASAR aset kripto global sedang berada dalam fase volatilitas tinggi setelah bitcoin mengalami koreksi tajam ke kisaran level US$74.000 sebelum akhirnya melakukan rebound ke level US$77.000.
Suntikan modal raksasa ini diproyeksikan untuk mempercepat ekspansi global, khususnya di sektor pembayaran stablecoin dan akuisisi strategis.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mencatat sekitar 72 persen pedagang aset keuangan digital (PAKD) di Indonesia masih mengalami kerugian hingga akhir 2025.
Harga bitcoin (BTC) jatuh ke level US$60.000 pada Februari 2026. Simak analisis penyebab, dampak likuidasi US$1,8 miliar, dan strategi investasi DCA.
PASAR aset kripto global sedang berada dalam fase volatilitas tinggi setelah bitcoin mengalami koreksi tajam ke kisaran level US$74.000 sebelum akhirnya melakukan rebound ke level US$77.000.
INDUSTRI aset kripto di Tanah Air menunjukkan kematangan yang signifikan sepanjang 2025.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mencatat sekitar 72 persen pedagang aset keuangan digital (PAKD) di Indonesia masih mengalami kerugian hingga akhir 2025.
OJK mencatat total volume perdagangan aset kripto di Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp482,23 triliun, dengan jumlah investor kripto menyentuh 19,56 juta orang.
BANK sentral Iran tampaknya menggunakan sejumlah besar mata uang kripto yang didukung oleh politikus Inggris, Nigel Farage, yaitu stablecoin Tether.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved