Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong PT Sang Hyang Seri (SHS) menjadi Pusat Benih Nasional demi mendorong terwujudnya ketahanan pangan di Tanah Air.
"Kita mau mengembalikan kebangkitan pangan nasional itu dimulai salah satunya dari sektor benih. Jadi benih itu sangat penting," ujar Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi saat melakukan panen raya padi di lahan SHS, Subang, Jawa Barat, Rabu (18/9).
Ia mengatakan, di Subang, SHS memiliki luas lahan 3.200 hectare yang bisa dimanfaatkan sebagai pusat pembibitan. Ia meyakini, dengan penanganan yang optimal, itu bisa menghasilkan benih yang baik yang akhirnya bermuara pada produksi pertanian yang besar dan berkualitas.
Baca juga : RAPBN 2025 tidak Cerminkan Keseriusan Wujudkan Ketahanan Pangan
Selaras dengan Arief, Direktur Utama PT SHS Adhi Cahyono Nugroho, dalam kesempatan yang sama mengatakan kerja sama yang dilaksanakan saat ini merupakan proyek awal yang ke depannya akan terus ditingkatkan.
"Dari program ini ke depannya kita akan tingkatkan dan fokus ke perbenihan dan meningkatkan fungsi riset. Kita hidupkan lagi SHS sebagai riset perbenihan yang nantinya akan menjadi pusat perbenihan nasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Guru Besar IPB yang juga merupakan Ketua AB2TI, Dwi Andreas Santosa mengungkapkan bahwa kesejahteraan petani harus menjadi fokus utama untuk mendorong peningkatan produksi.
“Kalau dilihat saat ini NTPP yang tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Kebijakan HPP cukup efektif dalam menopang NTPP selama ini. Harapan kami, saya mengimbau bagaimana mempertahankan NTPP. Kalau itu bisa kita lakukan, petani tersenyum, petani happy, kalau petani happy, mereka pasti akan berusaha dengan keras untuk meningkatkan produksi,” ucap Dwi. (Z-11)
Andreas bahkan mengingatkan adanya potensi kerugian negara yang besar akibat tata kelola stok yang tidak profesional.
Urusan pangan sangat penting karena di dalamnya terdapat unsur politik dan kesejahteraan masyarakat.
Syngenta Indonesia meluncurkan benih padi hibrida Ningrat (NK2133), sebuah inovasi yang dikembangkan khusus untuk mendukung peningkatan produktivitas padi dan swasembada beras nasional.
Ada 15 unit drone yang dapat digunakan untuk edukasi bagi petani, akademisi, hingga komunitas pertanian digital.
Di Kabupaten Garut sudah ada 10 Polsek yang lebih dulu menjalankan kolaborasi dengan Bulog terutama dalam penyediaan beras SPHP.
Festival Pangan dan Cipta Menu Bergizi di Desa Sumerta Kelod, Denpasar, Bali.
Tiga varietas bibit unggul sawit terbaru dirilis PT Astra Agro Lestari. Semua varietas itu memiliki ketahanan terhadap penyakit ganoderma.
Penyediaan benih unggul dapat meningkatkan produktivitas padi hingga 15-20%.
Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional Kementan bersama Gempita terus berinovasi dalam memanfaatkan potensi lahan di Kalimantan Tengah
Kementerian Keuangan mengeluarkan aturan baru mengenai pembebasan bea masuk untuk impor bibit dan benih yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 41 Tahun 2024.
Dengan inovasi benih, tidak ada alasan salah satu tanaman pangan tidak bisa ditanam di satu daerah karena kondisi geografisnya.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved