Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Center of Reform on Economics (CoRE) Mohammad Faisal mengatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi Presiden terpilih Prabowo Subianto yang berada di angka 5,2%. Menurutnya target tersebut sangat menantang dan juga berat diwujudkan saat awal pemerintahan Prabowo mengingat ketidakpastian global yang memengaruhi perekonomian nasional.
"Tapi saya tidak ingin itu tidak mungkin karena sebetulnya potensi Indonesia untuk bisa mencapai pertumbuhan ekonomi bahkan sampai 6-7% itu ada, asalkan dengan cara dan strategi yang tepat, yang membutuhkan terobosan, yang tidak business as usual, yang tidak sama dengan pendekatan-pendekatan yang dilakukan sebelumnya," kata Faisal saat dihubungi, Selasa (17/9).
Baca juga : Tahan Laju Penurunan Jumlah Kelas Menengah, Pemerintah Tebar Insentif
Meskipun demikian Faisal menegaskan apabila pemerintahan Prabowo tetap menerapkan skema pendekatan ataupun kebijakan yang sama dilakukan oleh Presiden Joko Widodo diperkirakan target pertumbuhan ekonomi 5,2% sulit tercapai.
"Kita pernah memang sampai (pertumbuhan ekonomi) 5,3% di 2022 itu karena memang dorongan eksternal, bukan karena dorongan kebijakan yaitu dari harga komoditas yang melambung tinggi yang mempengaruhi ekspor dan surplus perdagangan dan pada akhirnya pertumbuhan ekonomi," terang Faisal.
Ia menyebut untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sesuai target, diperlukan perubahan pendekatan sektor-sektor tertentu sebagai daya ungkit.
Baca juga : Suku Bunga Acuan Tinggi Menekan Kredit Rumah Tangga
"Bukan hanya menentukan sektor mana yang menjadi unggulan tapi cara untuk menyebarkan, mendistribusikan perekonomian, kesejahteraan dan mendorong daya beli masyarakat harus menggunakan strategi yang tepat," tuturnya.
Menurutnya sektor-sektor utama seperti industri manufaktur dan pertanian harus menjadi unggulan. Sebab, itu menjadi penyumbang terbesar dari Produk Domestik Bruto (GDP) dan pertumbuhan ekonomi.
"Disamping itu juga penyedia lapangan kerja juga harus makin banyak, jadi dua sektor utama ini harus menjadi panglima," tandasnya. (H-3)
Ketidakpastian global akibat meningkatnya risiko geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia masih menjadi tantangan utama pada 2026.
Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai perekonomian global memasuki 2026 dalam kondisi yang masih tertekan, namun menunjukkan ketahanan yang relatif solid.
GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan berdasar kajian kondisi perekonomian sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan berada pada kisaran 4,7%-5,5%.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meninggalkan sikap wait and see atau bereaksi menunggu terhadap dinamika pasar.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai menjadi langkah positif bagi penguatan kebijakan ekonomi nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved