Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
FOOD and Agriculture Organization (FAO) menegaskan mendukung upaya Indonesia untuk mencapai swasembada beras serta berbagai program ketahanan pangan yang dilakukan pemerintah.
Hal itu dikatakan oleh Dirjen FAO Qu Dongyu saat bertemu dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pada acara Welcome Dinner G-20 Agriculture Ministerial Meeting di Hotel Malai Manso, Brasil, Rabu (11/9) malam, waktu setempat.
Pada kesempatan itu, Qu Dongyu menjelaskan kembali tentang kesannya pada Indonesia hingga layak mendapatkan penghargaan tertinggi di bidang ketahanan pangan tersebut.
Baca juga : FAO Puji Indonesia Atasi Krisis Pangan Global
“Kami sangat mengapresiasi Indonesia dan akan terus mendukung sehingga Indonesia dapat mencapai swasembada pangan dalam waktu dua sampai tiga tahun yang akan datang,” ungkap Qu Dongyu.
Menurut Dongyu, Indonesia menunjukkan perkembangan pesat dalam transformasi sistem pertanian dengan mengimplementasikan prinsip pengembangan pertanian berkelanjutan. Penghargaan Agricola Medal sendiri menjadi bukti dari upaya Indonesia dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kehidupan masyarakat yang lebih baik, tanpa ada satupun warga yang terabaikan.
“Indonesia telah menunjukkan kerjasama dan kolaborasi yang kuat dalam mencapai tujuan kita bersama di bidang ketahanan pangan global,” jelas Qu Dongyu.
Baca juga : Sinergi Ketahanan Pangan Terus Diperkuat, Jokowi Raih Agricola Medal dari FAO
Menyambut apresiasi yang disampaikan oleh Dongyu, Amran pun lantas menyampaikan capaian-capaian terakhir terkait upaya mencapai swasembada pangan, termasuk rencananya untuk bekerjasama dengan negara-negara di dunia.
“Kami terbuka untuk bekerja sama dengan semua negara dalam pengembangan teknologi pertanian modern. Itulah tujuan kami hadir jauh-jauh ke Brasil,” sebut Amran.
Amran pun mengungkapkan bahwa dirinya telah mengunjungi Tiongkok dan dua kali mendatangkan Vietnam dalam kurun waktu sebulan demi bisa mewujudkan target swasembada nasional. (J-3)
Berdasarkan neraca pangan hingga April 2026, Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas strategis dengan posisi surplus produksi yang kuat.
Pengadaan beras tahun 2025 pun tercatat sebagai terbesar sepanjang sejarah Perum Bulog melalui pembelian gabah langsung dari petani any quality dengan harga Rp6.500 per kilogram.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut agenda tersebut diharapkan menjadi simbol keberlanjutan swasembada beras nasional.
Pengumuman swasembada pangan perlu disertai kejelasan definisi dan konteks produksi. Ia mengingatkan secara historis, panen raya padi di Indonesia berlangsung pada Februari hingga Mei.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa sepanjang 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras sama sekali. Menurutnya, hal itu menandai tonggak sejarah baru dalam ketahanan pangan nasional.
Rakernas dan Temu Tani Nasional 2025 yang digelar HKTI menjadi ajang konsolidasi sektor pertanian untuk memperkuat Swasembada Pangan,
Baznas terus memperkuat kelompok petani binaan program Lumbung Pangan (LP) di berbagai daerah di Indonesia dalam mempersiapkan beras kualitas premium untuk kebutuhan Zakat Fitrah.
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved