Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk mengakses pendidikan kian meningkat. Itu ditunjukkan dengan biaya pendidikan yang mengalami inflasi pada Agustus 2024.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kelompok pendidikan pada Agustus 2024 mengalami inflasi 0,65% secara bulanan (month to month/mtm). Angka itu sedianya lebih rendah dari inflasi pendidikan di bulan sebelumnya yang tercatat 0,69% (mtm). Namun inflasi kelompok pendidikan tercatat terjadi di setiap Juli dan Agustus dalam lima tahun terakhir. Itu bertepatan dengan tahun ajaran baru. Pada 2020, inflasi kelompok pendidikan tercatat 0,16% (mtm) di Juli 2020 dan naik menjadi 0,57% (mtm) di Agustus 2020.
Kemudian di Juli 2021, inflasi kelompok pendidikan mencapai 0,18% (mtm) dan naik menjadi 1,20% (mtm) di Agustus 2021. Lalu Juli 2022 tercatat inflasi 0,34% (mtm) dan naik menjadi 1,85% (mtm) di Agustus.
Baca juga : Tahun Ajaran Baru Punya Andil Besar pada Inflasi Agustus 2021
Kelompok pendidikan juga kembali mencatatkan inflasi di Juli 2023 sebesar 0,66% (mtm) dan naik menjadi 0,86% (mtm) di Agustus 2023. Deputi Bidang Statistik dan Distribusi Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, inflasi kelompok pendidikan bahkan menjadi yang dominan memberikan andil terhadap inflasi umum di Agustus 2024.
"Biaya sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan akademi atau perguruan tinggi menjadi komoditas utama penyumbang inflasi Agustus 2024 kelompok pendidikan dengan andil inflasi masing-masing 0,01%," terangnya.
Biaya pendidikan sekolah dasar tercatat mengalami inflasi 1,59% (mtm) pada Agustus 2024, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 1,19% (mtm). Kemudian biaya akademi atau perguruan tinggi mengalami inflasi 0,46% (mtm) di Agustus, lebih tinggi dari Juli yang tercatat 0,14% (mtm).
Baca juga : Indonesia Deflasi 4 Bulan Beruntun
Sementara biaya sekolah menengah pertama mengalami inflasi 0,78% (mtm) di Agustus 2024, turun dari Juli yang mencapai 1,06% (mtm). Penurunan juga terjadi pada biaya sekolah menengah atas dari 0,79% (mtm) di Juli 2024 menjadi 0,36% (mtm) di Agustus 2024.
Sebab utama dari inflasi kelompok pendidikan itu ialah adanya kenaikan biaya untuk SPP di sekolah dasar maupun UKT di akademi maupun perguruan tinggi.
"Ini khususnya biasanya terjadi di sekolah swasta dengan pendidikan tinggi negeri dan juga pendidikan tinggi swasta. Dan memang ini tercatat oleh BPS mengalami kenaikan di tahun ajaran baru 2024 ini," jelas Pudji.
"Jadi ini kami catat kalau untuk uang sekolah itu khususnya sekolah swasta, sementara untuk perguruan tinggi ya kalau memang kenaikan UKT. Secara umum biaya kenaikan biaya perguruan tinggi pada bulan Agustus 2024 mengalami inflasi sebesar 0,46%," pungkasnya. (Z-11)
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
BPS Targetkan Verifikasi 106 Ribu Peserta PBI-JKN Penyintas Penyakit Kronis Tuntas Sebelum Lebaran 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperkuat dan memutakhirkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen secara tahunan (year on year/YoY).
BADAN Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa penduduk bekerja pada November 2025 tercatat sebesar 147,91 juta orang.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah melonjak drastis dari Rp100.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Selain karena permintaan, faktor cuaca juga berpengaruh besar.
Cuaca buruk yang terjadi beberapa bulan terakhir cukup memengaruhi produksi yang berdampak berkurangnya pasokan. Di sisi lain, permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Berdasarkan pantauan di Pasar Gedhe Klaten pada Minggu (22/2), harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran telah mencapai Rp110.000 per kilogram.
Cabai besar keriting dijual seharga Rp70.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang hanya Rp45.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati hari ini (21/2) turun jadi Rp55.000/kg usai diguyur pasokan Kementan. Cek detail harganya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved